Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana hubungan perbankan berpengaruh terhadap kinerja perusahaan manufaktur di Indonesia. Asimetri informasi yang tinggi dapat menyesatkan bank dalam pengambilan keputusan kredit dan menyulitkan kreditor dalam melakukan pengawasan. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan software Eviews 6.10 for windows dengan metode Pooled EGLS : Cross-section weight. Penelitian ini menggunakan teknik pengambilan sampel dengan metode purposive sampling. Obyek yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia (BEI) yang berjumlah 138 perusahaan. Pengujian dalam penelitian ini menggunakan PER (price earning ratio) untuk melihat kinerja perusahaan. Hasil Penelitian ini menemukan bahwa kinerja perusahaan akan menurun jika hubungan dengan bank meningkat. Jika suatu perusahaan menetapkan hubungan pembiayaan kredit bank jangka pendek, maka kinerja perusahaan akan berkurang. Sebaliknya, jika perusahaan memiliki hubungan pembiayaan kredit jangka panjang yang kuat maka kinerja perusahaan akan meningkat.
Copyrights © 2015