Kematian balita yang disebabkan oleh diare sebesar 10% dari 7.614.000 pada tahun 2012 dan merupakan penyebab kematian ketiga di dunia pada balita. Diare di Indonesia merupakan penyebab kematian peringkat ke-13 dengan proporsi 12% dengan angka kejadian 3.003 kasus diare.Faktor utama penyebab diare pada balita adalah faktor infeksi bakteri dan virus, faktor anak seperti usia, ASI Eksklsuif dan vitamin A dan faktor lain yaitu faktor ibu dan faktor lingkungan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian diare pada balita di Puskesmas Jatidatar Kecamatan Bandar Mataram Kabupaten Lampung Tengah. Jenis penelitian analitik dengan rancangan croos sectional. Populasi penelitian adalah seluruh balita yang melakukan kunjungan ke puskesmas Jatidatar sebanyak 634 dan sampel sebanyak 105 responden dengan menggunakan tehnik kuota sampling. Cara ukur menggunakan lembar checklist yang dianalisa secara univariat dan bivariat dengan analisa chi square. Hasil pengolahan data proporsi kejadian diare pada balita sebesar 31,43%, dengan usia yang berisiko (2 tahun) sebesar 38,10%, yang tidak mendapatkan ASI Eksklusif sebesar 67,62%, dengan gizi kurang sebanyak 22,86%, yang tidak mendapatkan Vitamin A sebesar 41,90%. Hasil uji statistik ada hubungan antara usia (p value: 0,000), pemberian ASI Eksklusif (p value: 0,001), status gizi (p value: 0,000), pemberian Vitamin A (p value: 0,001) dengan kejadian diare pada balita. Kesimpulan penelitian bahwa terdapat hubungan antara usia, ASI eksklsuif, status gizi dan vitamin A dengan kejadian diare pada balita. Perlu upaya peningkatan cakupan ASI Eksklusif, serta meningkatkan penyuluhan mengenai dampak dari penyakit diare.
Copyrights © 2014