cover
Contact Name
Adinda Juwita Sari
Contact Email
adindajuwitasari@poltekkes-tjk.ac.id
Phone
+6281369445898
Journal Mail Official
jkm@poltekkes-tjk.ac.id
Editorial Address
Jl. Brigjend. Soetiyoso No. 1 Kota Metro
Location
Kab. lampung selatan,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai
ISSN : 1979469X     EISSN : 26571390     DOI : https://doi.org/10.26630
Core Subject : Health, Social,
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai E-ISSN 2657-1390 and P-ISSN 19779-469X is published by the Midwifery Department, Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Metro City, Indonesia. The Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai was first published in December 2008 as print media. Since 2016, the Journal has been published in print and online twice a year (June and December). All manuscripts submitted will go through double-blind peer review and editorial before being given acceptance for publication. The scope is midwifery, public health, nursing, nutrition, complementary and alternative medicine (CAM), and education in health.
Articles 185 Documents
Efek Kombinasi Inisiasi Menyusu Dini dan I Love You Massage terhadap Breastfeeding Jaundice pada Bayi Baru Lahir Martini Fairus; Firda Fibrila; Riyanto Riyanto
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 15, No 1 (2022): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkmsaw.v15i1.3279

Abstract

Latar Belakang: Ikterus neonatorum merupakan masalah umum pada neonatal yang dapat dicegah dan diobati, tetapi membiarkan tidak diobati dapat berakhir pada kematian. Pencegahan yang dapat dilakukan antara lain tindakan inisiasi menyusu dini dan pemijatan yang lemput. Penelitian bertujuan merekomendasikan efek kombinasi intervensi pemberian asi secara dini dikombinasikan dengan I Love You Massage terhadap penurunan insidens breastfeeding jaundice.Metode:Non-randomized controlled trial dengan posttest only control group sebagai desain penelitian ini. Kelompok intervensi (n=22) diberikaninsisiasi menyusu dini dan I Love You Massage dan kelompok kontrol (n=22) diberikan insisiasi menyusu dini yang dilakukan selama 3-5 hari. Analisis data menggunakan uji chi square dengan taraf kemaknaan (α) 0,05. Hasil:Hasil studi menunjukkan breastfeeding jaundicepada kelompok intervensi lebih rendah (40,9%) dibandingkan kelompok control (73%). Uji statistik menemukan terdapat pengaruh inisiasi menyusu dini dan I Love You Massage terhadap pencegahan breastfeeding jaundice (0.033). Simpulan: Pemberian kombinasi inisasi menyusu dini dan I Love Massage mampu menurunkan breastfeeding jaundice. Studi ini memberikan kontribusi pencegahan breastfeeding jaundice yang dapat dilakukan oleh ibu segera setelah melahirkan.  Background: Neonatal jaundice is a common problem in neonates that can be prevented and treated, but left untreated can lead to death. Prevention that can be done includes early initiation of breastfeeding and gentle massage. Purpose: This study aims to recommend the effect of a combination of early breastfeeding intervention combined with I Love You Massage on reducing the incidence of breastfeeding jaundice. Methods: Non-randomized controlled trial with posttest only control group as the design of this study. The intervention group (n=22) was given early initiation of breastfeeding and I Love You Massage and the control group (n=22) was given early initiation of breastfeeding for 3-5 days. Data analysis used the chi-square test with a significance level (α) of 0.05. Results: The results showed that breastfeeding jaundice in the intervention group was lower (40.9%) than in the control group (73%). The statistical test found that there was an effect of early initiation of breastfeeding and I Love You Massage on the prevention of breastfeeding jaundice (0.033). Conclusion: The combination of early initiation of breastfeeding and I Love Massage can reduce breastfeeding jaundice. This study contributes to the prevention of breastfeeding jaundice that mothers can do immediately after giving birth. 
Kontrasepsi Pria Kombinasi Kondom dengan Sistem Kalender Merupakan Upaya Penurunan Angka Unmet-Need KB Yusro Hadi Maksum
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 5, No 1 (2012): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkm.v5i1.1401

Abstract

KB pria secara nasional saat ini masih rendah, jauh dari target Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) tahun 2009 keikutsertaan pria ber-KB sebesar 4,5% baru tercapai 1,5%. Disisi lain masih tingginya angka Unmet-need KB atau Pasangan Usia Subur (PUS) yang tidak ingin punya anak lagi atau ingin menunda kelahiran anak berikutnya, tetapi karena berbagai alasan tidak memakai kontrasepsi. Unmet-need KB di Indonesia dari tahun ke tahun terjadi penurunan, tetapi masih relatif kecil, tahun 1991 sebesar 12,7%, tahun 1997 sebesar 9,2%, tahun 2003 sebesar 8,6% dan tahun 2007 menjadi 9,1%. PUS di Provinsi Lampung sebanyak 1.533.422, PUS yang tidak ber KB, hamil dan ingin punya anak mencapai 450.198 (29,36%). Tujuan penulisan ini adalah ingin meningkatkan kesertaan pria ber0KB dengan mengajak PUS Unmet-need KB agar bersedia menggunakan cara KB sederhana. Metode KB sederhana ini adalah cara KB kombinasi antara kondom dengan sistem kalender. Cara KB ini sangat mudah, tidak menimbulkan berbagai efek samping dan kontraindikasi si pemakainya. KB dengan cara kombinasi kondom dan sistem kalender ini sangat berbeda dengan alat kontrasepsi wanita. KB wanita hampir semua metode ada kontraindikasi dan sering menimbulkan efek samping atau gejala yang timbul bagi pemakainya. Peserta KB kombinasi tidak selamanya menggunakan kondom saat berhubungan seks, tetapi hanya dipakai saat istri dalam masa subur. Oleh karena itu cara KB ini mengharuskan PUS baik suami maupun istri bisa menghitung atau menentukan masa subur istri. Diharapkan cara KB kombinasi ini cukup diminati PUS yang ingin menunda atau menghentikan kehamilan, pada gilirannya akan meningkatkan kesertaan pria ber-KB, sekaligus menurunkan Unmet-need KB. KB kombinasi ini merupakan bagi PUS yang tidak ingin punya anak lagi atau ingin menunda kelahiran anak, terutama karena alasan ada kontraindikasi atau ada efek samping dari alat atau obat KB.
Intervensi Berbasis Internet untuk Menghadapi Kehilangan dan Berduka: Literature Review Yosep, Iyus; Damayanti, Siti Nur; Radinka, Evania Altsa; Rahayu, Nindy Sofiani; Hikmat, Rohman; Mardhiyah, Ai
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol. 16 No. 1 (2023): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkmsaw.v16i1.3787

Abstract

Introduction: Loss is a state in which a person is detached from something that existed before, with the possibility of being partially or completely absent. Each individual will respond and take a different amount of time to accept a loss. Internet-based remote intervention can be an alternative face-to-face intervention for psychological therapy for people who have experienced loss. Purpose: To explore internet-based interventions in reducing loss and grieving symptoms using the rapid review method. Methods: This literature review uses CINAHL, PubMed, Science Direct, and Cochrane as article search databases, with the year of publication ranging from 2012-2022, and the main focus refers to individuals who have experienced loss and bereavement. Results: The search results, there were 386 articles, and the selection results obtained 6 articles which show that there are several interventions, such as exposure and behavioral activation, Cognitive-behavioral therapy, and healthy experience after a loss, that are effective in dealing with the problem of grieving for individuals who have experienced the loss of a partner, child, death due to suicide of a loved one and other forms of other disadvantages by using the internet. Conclusion: Internet-based interventions have the potential for nurses to modify nursing care in reducing the impact of loss and grieving on victims by providing a comprehensive online-based implementation so that it can be accessed more easily by nurses and patients. Latar Belakang: Kehilangan adalah keadaan di mana seseorang terlepas dari sesuatu yang ada sebelumnya, dengan kemungkinan sebagian atau seluruhnya tidak ada. Setiap individu akan merespon dan membutuhkan waktu yang berbeda untuk menerima sebuah kehilangan. Intervensi jarak jauh berbasis internet dapat menjadi alternatif intervensi tatap muka untuk terapi psikologis bagi orang yang mengalami kehilangan. Tujuan: Studi ini bertujuan mengeksplor intervensi berbasis internet dalam mengurangi gejala kehilangan dan berduka dengan metode rapid review. Metode: Literatur review ini menggunakan CINAHL, PubMed, Science Direct, dan Cochrane sebagai database pencarian artikel, dengan rentang tahun publikasi 2012-2022, dan fokus utama mengacu pada individu yang pernah mengalami kehilangan dan berduka. Hasil: Hasil pencarian terdapat 386 artikel, dan hasil seleksi mendapat 6 artikel yang menujukkan terdapat beberapa Intervensi seperti exposure and behavioral activation, Cognitive-behavioral therapy, serta healthy experience after a loss, efektif mengatasi masalah berduka bagi individu yang pernah mengalami kehilangan pasangan, anak, kematian akibat bunuh diri orang yang dicintai dan bentuk kerugian lainnya dengan menggunakan internet. Simpulan: intervensi berbasis internet menjadi potensi bagi perawat untuk memodifikasi asuhan keperawatan dalam menurunkan dampak kehilangan dan berduka pada korban dengan memberikan implementasi secara komprehensif berbasis online agar dapat diakses lebih mudah oleh perawat dan pasien.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN FISIK BALITA DI KECAMATAN METRO UTARA Sumiyati Sumiyati; Ika Oktaviani; Yuliawati Yuliawati
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 5, No 2 (2012): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkm.v5i2.1428

Abstract

Gangguan pertumbuhan atau kekurangan gizi pada balita terjadi bila konsumsi melalui makanan kurang. Dampaknya, tubuh balita akan mengalami keseimbangan negatif, berat badan akan kurang dari berat badan ideal. Angka kekurangan gizi pada balita di Indonesia saat ini masih mencapai 25,8 persen dan pemerintah menargetkan pengurangannya menjadi 20 persen di akhir tahun 2009. Hasil Sensus Nasional 2007, jumlah balita di Lampung sebanyak 165.347, balita dengan gizi baik sebanyak 165.160 dan yang menderita gizi buruk sebanyak 187 balita (0,11%). Data pada profil Kesehatan Kota Metro tahun 2009 menunjukkan kecamatan yang berpotensi rawan gizi terjadi di kecamatan Metro Utara karena mempunyai persentase kejadian kasus gizi buruk dan BGM paling tinggi diantara kecamatan yang lain. Kota Metro Persentase balita dengan BGM (status gizi kurang) dan status gizi buruk tahun 2009 sebesar 3,26 %, tertinggi untuk gizi kurang dan gizi buruk adalah kecamatan Metro Utara yaitu 4,35 % dengan 4 kasus dari 6 kasus gizi buruk atau 66,7% dan 79 balita gizi kurang dari total keseluruhan gizi kurang 299 (26,4%). Berdasarkan data dari Profil Kesehatan Kota Metro gizi buruk yang ada di Kecamatan Metro Utara lebih tinggi dari kasus gizi buruk di Propinsi lampung yang hanya 0,11% sedangkan untuk wilayah Kecamatan Metro Utara secara berurut menurut wilayah kerja puskesmas yaitu Banjarsari 0,25%, Karang Rejo 0,13% dan Purwosari 0,32%. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui faktor- faktor yang mempengaruhi pertumbuhan fisik balita di Kecamatan Metro Utara Kota Metro tahun 2011, di tinjau dari pendidikan ibu, ekonomi, budaya keluarga, penyakit infeksi dan pemanfaatan posyandu. Desain penelitian cross sectional,,  populasi penelitian adalah ibu-ibu yang memiliki balita di Kecamatan Metro Utara yang berjumlah 1906. Pengambilan sampel menggunakan Rumus Slovin dengan tingkat kepercayaan 95%, diperoleh sampel 329 orang. Teknik pengampilan sampel simple random  sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan observasi berat badan. Data dianalisa dengan analisis univariat(distribusi frekuensi dan persentase), analisis bivariat (chi square), analisis multivariat (regresi logistic berganda).Hasil penelitian menunjukkan proporsi pertumbuhan fisik balita di Kecamatan Metro Utara Kota Metro Tahun 2011 adalah 9,7 % balita dengan pertumbuhan fisik tidak normal dan 90,3 % balita dengan pertumbuhan fisik normal. Hasil analisis bivariat didapatkan tidak ada hubungan faktor pendidikan ibu dengan pertumbuhan fisik balita (p-value 0,188), tidak ada hubungan ekonomi keluarga dengan pertumbuhan fisik balita (p-value 0,282), tidak ada hubungan budaya keluarga dengan pertumbuhan fisik balita (p-value 1,000), ada hubungan penyakit infeksi dengan pertumbuhan fisik balita (p-value 0,029), ada hubungan pemanfaatan posyandu dengan pertumbuhan fisik balita (p-value 0,004), faktor dominan yang mempengaruhi pertumbuhan fisik balita di Kecamatan Metro Utara Kota Metro Tahun 2011 adalah variabel penyakit infeksi (OR 2,698,p-value 0,05).Kesimpulan variabel yang berhubungan dengan pertumbuhan fisik balita adalah variable penyakit infeksi dan pemanfaatan posyandu. Factor dominan yang mempengaruhi pertumbuhan fisik balita adalah variabel penyakit infeksi (OR 2,698,p- value 0,05).
FAKTOR - FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI MAN 1 METRO Martini Martini
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 8, No 1 (2015): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkm.v8i1.162

Abstract

Anemia merupakan masalah gizi di dunia, terutama di negara berkembang.Angka kejadian anemia remaja putri di Indonesia masih cukup tinggi. Prevalensi anemia di Lampung pada remaja tahun 2007 sebesar 25,9%, masih lebih tinggi dibandingkan Nasional sebesar 19,7%. Hasil pra survei pada remaja putri Kelas XI di MAN 1 Metro Lampung Timur diperoleh 50% dari 10 remaja putri yang diperiksa Hb mengalami anemia. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia pada remaja putri Kelas XI  MAN 1 Metro Lampung Timur. Penelitian ini  menggunakan rancangan cross sectional dengan sampel remaja putri kelasXI berjumlah 115 responden.  Sampel diperoleh dengan teknik simplerandom sampling.Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji chi square.Hasil penelitian diperoleh kejadian anemia berjumlah 40% dari 115 responden. Hasil uji statistik menggunakan chi-square menunjukkan factor-faktor yang berhubungan dengan anemia adalah status gizi p=0,009), pengetahuan (p=0,048), pendidikan ibu (p=0,036). Perlu upaya peningkatan pencegahan anemia pada program UKS terhadap remaja putri di MAN 1 Metro Lampung Timur bekerja sama dengan institusi terkait, seperti Puskesmas untuk memberikan penyuluhan tentang anemia dan pemberian  tablet Fe pada remaja putri.
Pemanfaatan Tepung Tulang Ikan Tenggiri untuk Meningkatkan Daya Terima dan Kandungan Kalsium Biskuit dan Opak Singkong Sefanadia Putri; Ari Nugroho
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 12, No 1 (2019): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkm.v12i1.1733

Abstract

Background: Lampung Province is one of the provinces that has considerable marine fishery resource potential. Purpose: Mackerel bone flour has the potential to be developed because the mackerel fish bone meal contains high calcium. Methods: This research is a laboratory experimental study. The treatment is done by adding fish bone meal into biscuits and opaque products. Addition of fish bone meal to each product consists of 6 levels with different concentrations and 3 repetitions. Data analysis using univariate analysis and bivariate analysis using analysis of variance (Anova) test. Results: The results showed that the concentration of addition of mackerel fish bone meal most favored by Panelists on biscuit products in formula 3, namely biscuits with the addition of mackerel bone flour concentration of 5% and cassava opaque products in formula 3, namely cassava opaque with additional concentrations mackerel fish bone meal by 20%. Calcium content in formula 3 (5%) biscuits is 0.72%, cassava formula 3 (20%) is 0.131%. Conclusion: Panelists most like biscuit products with the addition of 5% mackerel fish bone flour and 0.72% calcium content, while cassava Opak is preferred with the addition of 20% mackerel fish bone meal containing 0.131% calcium.
ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINGKAT KECEMASAN ORANG TUA ANAK THALASEMIA DI RSUD AHMAD YANI METRO Retno Puji Hastuti
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 8, No 2 (2015): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkm.v8i2.179

Abstract

Thalasemia adalah penyakit kelainan darah genetik yang menyebabkan masalah kesehatan yang kompleks pada anak dan keluarga. Orang tua beresiko mengalami  kecemasan karena merasa bersalah atas kondisi anak, tidak ada kepastian kesembuhan dan proses pengobatan penyakit yang berlangsung sepanjang hidup anak. Penelitian merupakan penelitian analitik dengan desain cross sectional untuk mengetahui hubungan usia, penghasilan dan pengetahuan dengan tingkat kecemasan orang tua. Populasi orangtua dengan anak thalasemia yang dirawat berjumlah 65 orang dengan besar sampel 30 orang yang diambil dengan Concecutive Sampling. Pengumpulan data dengan kuesioner Zung Self Anxiety Scale (ZSARS). Analisis penelitian dengan univariat dan bivariat menggunakan uji pearson chi square.  Hasil penelitian yaitu ada hubungan signifikan antara faktor penghasilan (p=0,001) dan pengetahuan (p=0,029) dengan tingkat kecemasan. Saran agar rumah sakit mensosialisasikan kebijakan  pembiayaan pengobatan atau perawatan thalasemia dan melaksanakan kegiatan promosi kesehatan : pendidikan kesehatan tentang perawatan anak thalasemia. Perawat  menerapkan komunikasi terapeutik dan manajemen stress untuk mengurangi tingkat kecemasan orang tua anak thalasemia.
Hubungan Pemberian ASI Dengan Kejadian Pneumonia Pada Balita Usia 7-24 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Metro Utara Sumiyati, Sumiyati
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol. 9 No. 1 (2016): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkm.v9i1.1757

Abstract

Incidence pneumonia in babies in health center of north metro of 25 % , this number is higher than the level targeted by the program buster disease tract ( pneumonia ) set rate of 10 % toddlers as a target discovery patients pneumonia toddlers in a territory. The provision of breastfeeding not exclusively cause of occurrence of pneumonia. Research aims to understand relations the provision of breastfeeding not exclusively in toddlers age 7-24 months in the work area health center of north metro  2015. The kind of research this quantitative, design analytic with the approach case control. Population cases namely all toddlers age 7-24 months suffering from pneumonia and treatment at health center of north metro 2015 at 38 toddlers. Sample control that all toddlers age 7-24 months treatment at health center of north metro 2015 at 38 toddlers. Sample cases at 38 toddlers sample control of 38 toddlers taken to technique consecutive sampling by comparison 1:1. Way data collection with the questionnaire. The independent variable subjects the provision of breastfeeding not exclusively, dependent variable pneumonia. Analysis using by test chi square. The result of univariat test shows the proportion of the provision of breastfeeding not exclusively as many as 52.6 % ( 40 ). The results of statistical tests chisquare about the relationship breastfeeding not exclusively with pneumonia in toddlers age 7-24 months the results value = 0,003 which would mean there are meaningful relations between breastfeeding not exclusively with the genesis pneumonia in toddlers age 7-24 months. Conclusion research is the connection the provision of breastfeeding not exclusively with the genesis pneumonia in toddlers age 7-24 months. Angka kejadian pneumonia pada balita di Puskesmas Metro utara  sebesar 25%, angka ini lebih tinggi dari angka yang ditargetkan oleh  Program Pemberantas Penyakit ISPA (Pneumonia) menetapkan angka 10 % balita sebagai target penemuan penderita pneumonia balita pada suatu wilayah. Pemberian ASI tidak Eksklusif penyebab dari kejadian pneumonia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemberian ASI tidak Eksklusif pada balita usia 7-24 bulan di wilayah kerja Puskesmas Metro  Utara Tahun 2015. Jenis penelitian ini kuantitatif, rancangan analitik dengan pendekatan case control. Sampel kasus yaitu semua balita usia 7-24 bulan yang menderita pneumonia dan berobat di Puskesmas Metro Utara tahun 2015 sebesar 38 balita. Sampel kontrol yaitu semua balita usia 7-24 bulan yang berobat di Puskesmas Metro Utara tahun 2015 sebesar 38 balita. Sampel kasus sebesar 38 balita dan sampel kontrol sebesar 38 balita diambil dengan teknik Consecutive sampling dengan perbandingan 1:1. Cara pengumpulan data dengan kuesioner. Variabel independen yang diteliti pemberian ASI tidak Eksklusif, variabel dependen pneumonia. Analisis menggunakan dengan uji chi square. Hasil uji univariat menunjukkan proporsi pemberian ASI tidak Eksklusif sebanyak 52,6% (40). Hasil uji statistik chi square tentang hubungan ASI tidak Eksklusif dengan pneumonia pada balita usia 7-24 bulan diperoleh hasil p value=0,003<a(0,05) yang berarti ada hubungan yang bermakna antara ASI tidak Eksklusif dengan kejadian pneumonia pada balita usia 7-24 bulan. Kesimpulan penelitian ini yaitu adanya hubungan pemberian ASI tidak Eksklusif dengan kejadian  pneumonia pada balita usia 7-24 bulan.  
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI PUSKESMAS JATIDATAR KEC. BANDAR MATARAM KAB. LAMPUNG TENGAH Herlina Herlina
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 7, No 1 (2014): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkm.v7i1.546

Abstract

 Kematian balita yang disebabkan oleh diare sebesar 10% dari 7.614.000 pada tahun 2012 dan merupakan penyebab kematian ketiga di dunia pada balita. Diare di Indonesia merupakan penyebab kematian peringkat ke-13 dengan proporsi 12% dengan angka kejadian 3.003 kasus diare.Faktor utama penyebab diare pada balita adalah faktor infeksi bakteri dan virus, faktor anak seperti usia, ASI Eksklsuif dan vitamin A dan faktor lain yaitu faktor ibu dan faktor lingkungan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian diare pada balita di Puskesmas Jatidatar Kecamatan Bandar Mataram Kabupaten Lampung Tengah. Jenis penelitian analitik dengan rancangan croos sectional. Populasi penelitian adalah seluruh balita yang melakukan kunjungan ke puskesmas Jatidatar sebanyak 634 dan sampel sebanyak 105 responden dengan menggunakan tehnik kuota sampling. Cara ukur menggunakan lembar checklist yang dianalisa secara univariat dan bivariat dengan analisa chi square. Hasil pengolahan data proporsi kejadian diare pada balita sebesar 31,43%, dengan usia yang berisiko (2 tahun) sebesar 38,10%, yang tidak mendapatkan ASI Eksklusif sebesar 67,62%, dengan gizi kurang sebanyak 22,86%, yang tidak mendapatkan Vitamin A sebesar 41,90%. Hasil uji statistik ada hubungan antara usia (p value: 0,000), pemberian ASI Eksklusif (p value: 0,001), status gizi (p value: 0,000), pemberian Vitamin A (p value: 0,001) dengan kejadian diare pada balita. Kesimpulan penelitian bahwa terdapat hubungan antara usia, ASI eksklsuif, status gizi dan vitamin A dengan kejadian diare pada balita. Perlu upaya peningkatan cakupan  ASI Eksklusif, serta meningkatkan penyuluhan mengenai dampak dari penyakit diare.
Pengukuran Taksiran Berat Janin Saat Bayi Baru Lahir pada Primipara Lebih Akurat Menggunakan Metode Dare’s dan pada Multipara Lebih Akurat Menggunakan Metode Johnson Syahrir Martini Fairus; Martini Martini; Riyanto Riyanto
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 12, No 1 (2019): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkm.v12i1.1777

Abstract

Background: One way to monitor fetal growth and well-being is by measuring fetal weight estimates to prevent fetal growth disorders. Purpose: The aim of this study is to compare the accuracy of methods of measuring fetal weight estimation in primiparous and multiparous for newborns' weight. Methods: This study used a comparative descriptive design carried out at an inpatient community health center in the Central Lampung region. The research sample consisted of 104 primiparous women and 104 multiparous women who were taken by bivariate consecutive sampling technique using correlation test. Results: The results showed the estimated fetal weight using 5 measurement methods in primipara obtained a correlation of Dare's correlation of 64%, Johnson Tohsach's correlation of 64.1%, Niswander's correlation of 64.1%, and simple method of correlation of 60.4%, and Johnson Syahrir method correlation of 52.2%. Whereas, the multipara obtained the results of the Johnson Tohsach method with a correlation of 78.2%, the Niswander method 76.5%, the Dare's correlation method 71.1%, and the simple method 58.0%. Conclusion: The most accurate measurement of fetal weight estimation of newborn weight in primipara is the Dare's method, whereas in multipara is the Johnson Syahrir method. Health professionals should measure fetal weight estimates in primipara using the Dare’s method and in multipara using the Johnson Syahrir method.

Page 1 of 19 | Total Record : 185


Filter by Year

2011 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 18 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol. 18 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol. 17 No. 2 (2024): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol. 17 No. 1 (2024): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol. 16 No. 2 (2023): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol. 16 No. 1 (2023): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol. 15 No. 2 (2022): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 15, No 1 (2022): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 14, No 2 (2021): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 14, No 1 (2021): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 13, No 2 (2020): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 13, No 1 (2020): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 12, No 2 (2019): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 12, No 1 (2019): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 11, No 2 (2018): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 11, No 1 (2018): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 10, No 2 (2017): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 10, No 1 (2017): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 9, No 2 (2016): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol. 9 No. 1 (2016): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 8, No 2 (2015): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 8, No 1 (2015): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 7, No 2 (2014): JURNAL KESEHATAN METRO SAI WAWAI Vol 7, No 1 (2014): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 6, No 2 (2013): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 6, No 1 (2013): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 5, No 2 (2012): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 5, No 1 (2012): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 4, No 2 (2011): JURNAL KESEHATAN METRO SAI WAWAI Vol 4, No 1 (2011): JURNAL KESEHATAN METRO SAI WAWAI More Issue