Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai
Vol 6, No 2 (2013): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai

FAKTOR RISIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN GIZI LEBIH PADA ANAK BALITA DI KABUPATEN LAMPUNG UTARA TAHUN 2012

Rina Mariani (Program Studi Keperawatan kota Bumi Poltekkes kemenkes Tanjungkarang)



Article Info

Publish Date
18 Apr 2019

Abstract

Gizi lebih merupakan salah satu faktor risiko utama terjadinya penyakit degenarif, seperti jantung dan hipertensi. Angka prevalensi gizi lebih yang terus meningkat yang terjadi pada anak-anak merupakan peringatan bagi pemerintah dan masyarakat luas bahwa gizi lebih atau obesitas dengan segala implikasinya sudah merupakan ancaman yang serius bagi masyarakat Indonesia. Di Kabupaten Lampung Utara kejadian gizi lebih pada anak balita lebih juga meningkat yaitu sebanyak 92 orang pada tahun 2010 meningkat menjadi 96 orang balita pada tahun 2011. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian gizi lebih pada anak balita di Kabupaten Lampung Utara 2012. Jenis penelitian analitik kuantitatif dengan rancangan case control. Populasi seluruh balita yang ada di Lampung Utara Tahun 2012, sampel berjumlah 129 balita dengan perbandingan 1 : 2 yaitu 43 kasus dan 86 kontrol. Teknik sampling purposive sampling dengan pemilihan kasus melalui case finding. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan cara wawancara, recall 24 jam dan pengukuran BB/U. Analisis data menggunakan analisis univariat, analisis bivariat dengan uji chi square dan analisis multivariat dengan uji regresi logistik ganda. Hasil penelitian diperoleh ada hubungan yang signifikan antara masing-masing variabel independen yaitu pengetahuan ibu (p value 0,003, OR = 5,49, CI:1,79-16,8), keturunan (p value 0,000, OR = 11,21, CI: 4,36-28,77), pola makan (p value 0,08, OR = 5,46, CI: 1,47-19,30), aktivitas fisik (p value 0,015, OR = 2,713, CI: 0,27-5,76) dan asupan makanan (p value 0,023, OR = 2,85, CI: 1,22-6,67) dengan kejadian gizi lebih pada anak balita di Kabupaten Lampung Utara tahun 2012. Hasil multivariat yang paling dominan berhubungan dengan kejadian gizi lebih adalah variabel keturunan (p value 0,000, OR = 18,09, CI: 5,465-59,884). Kesimpulan didapatkan dari 5 variabel yang diteliti, setelah masuk pemodelan akhir multivariat didapatkan 4 variabel yaitu pengetahuan ibu, keturunan, pola makan, dan aktivitas fisik. Untuk itu saran dalam penelitian ini adalah melakukan penimbangan balita sampai usia 5 tahun agar kejadian gizi lebih dapat diketahui lebih awal dan sesegera dilakukan intervensi untuk menurunkan berat badan.

Copyrights © 2013






Journal Info

Abbrev

JKM

Publisher

Subject

Environmental Science Health Professions Medicine & Pharmacology Nursing Public Health

Description

Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai E-ISSN 2657-1390 and P-ISSN 19779-469X is published by the Midwifery Department, Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Metro City, Indonesia. The Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai was first published in December 2008 as print media. Since 2016, the Journal has been ...