Kinerja perawat merupakan unjuk kerja yang ditampilkan oleh setiap perawat saat memberikan layanan keperawatan kepada pasien baik langsung maupun tidak langsung. Penampilan hasil kerja tidak terbatas pada personel pemangku jabatan fungsional tetapi juga struktural. Rumah Sakit Daerah HM Ryacudu sebagai organisasi pelayanan kesehatan, wajib memberikan layanan terbaik bagi masyarakat, sehingga kepuasan pemakai jasa dapat terpenuhi dengan baik. Seringkali rumah sakit mendapat komplain masyarakat terkait dengan layanan yang diberikan. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kinerja perawat. Hipotesis dalam penelitian ini adalah ada hubungan antara persepsi, desain pekerjaan, sarana prasarana, kebijakan motivasi dan gaji dengan kinerja perawat pelaksana di RSD HM Ryacudu Kotabumi. Metode yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan teknik pengambilan data cross sectional, dengan jumlah sampel sebanyak 110 perawat pelaksana. Hasil analisis secara bivariat, dengan menunjukkan bahwa desain pekerjaan, sarana dan prasarana, kebijakan, supervisi dan gaji berhubungan dengan kinerja. Penelitian ini peneliti memberikan rekomendasi agar pihak manajemen rumah sakit senantiasa memberikan perhatian yang lebih terutama pada aspek psikologis perawat dan aspek organisasi seperti, memberikan pekerjaan yang lebih variatif (rooling pegawai), kebijakan yang lebih akomodatif, gaji serta supervisi yang terprogram.
Copyrights © 2012