Latar belakang:Peregangan otot perut (diastasisrectus abdominis) selama kehamilan dan setelah melahirkan cukup tinggi. Dampaknya terjadipenurunan dukungan otot untuk kehamilan berikutnya, kesulitan masuknya bagian presentasi janin ke panggul saat persalinan, inkontinensia urine, dan prolaps organ panggul. Tujuan: mengetahui hubungan peregangan abdomen selama kehamilan dengan kejadian diastasis rectus abdominis. Metode:Rancangan penelitian menggunakan studi cross sectional. Populasi ibu bersalin yang datang ke Bidan Praktik wilayah Lampung Timur berjumlah 32 orang. Pengumpulan data variabel dependen (diastasis rectus abdominis) diukur dengan cara pemeriksaan palpasi. Sedangkan, variabel independen (peregangan abdomen) dengan pengukuran lingkar perut menggunakan pita pengukur dalam meter. Data dianalisis menggunakan uji chi square.Hasil:Hasilanalisis diperoleh terdapat hubungan peregangan abdomen selama kehamilan dengan diastasis rectus abdominus(p=0.016, OR=2,2; CI 1.325-29.945). Simpulan:Peregangan abdomen meningkatkan risiko 2.2 kali diastasis rectus abdominuspada ibu setelah melahirkan. Ibu pasca persalinan perlu melakukan upaya pencegahan peregangan abdomen berlebihan sesuai saran tenaga kesehatan, seperti senam atau yang lainnya.
Copyrights © 2019