Akibat yang ditimbulkan kekurangan gizi pada ibu hamil berisiko melahirkan bayi dengan berat bayi lahir rendah (BBLR) yang berdampak pada penurunan kecerdasan, gangguan pertumbuhan, rendahnya imunitas, gangguan perkembangan mental, peningkatan morbiditas dan mortalitas serta gangguan metabolik yang akan menyebabkan risiko penyakit degeneratif pada usia dewasa. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan berat bayi lahir rendah (BBLR). Desain penelitian ini kasus kontrol retrospektif dimana data yang didapat merupakan data masa lampau, mengenai responden pada saat hamil. Populasi adalah ibu yang mempunyai bayi usia 0-12 bulan. Penelitian ini merupakan penelitian kasus kontrol retrospektif, dimana data yang didapat merupakan data masa lampau, mengenai responden pada saat hamil.Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 146 orang.Pengambilan data dilakukan pada bulan Juli 2012.Analisis statistik yang digunakan adalah univariat, bivariat dengan chi square dan untuk melihat faktor yang paling dominan digunakan uji regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan variabel yang berhubungan secara bermakna dengan BBLR adalah umur ibu (p value = 0,020) penambahan berat badan ibu selama kehamilan (p value = 0,000) dan berat badan prahamil (p value = 0,026). Faktor yang paling dominan adalah penambahan berat badan ibu selama kehamilan dengan odds ratio (OR) sebesar 11,6, artinya ibu yang mengalami penambahan berat badan kurang dari 10 kg selama masa kehamilan mempunyai peluang 11,6 kali lebih besar melahirkan bayi BBLR. Variabel pemeriksaan kehamilan dan tinggi badan ibu merupakan counfonding factors.Pemantauan berat badan sebelum hamil dan penambahan berat badan ibu selama masa kehamilan sangat penting sebagai salah satu upaya mencegah bayi lahir dengan berat badan rendah (BBLR). Selain itu pemberian informasi dan pemahaman yang benar tentang usia yang tepat untuk kehamilan dan pentingnya mengkonsumsi makanan-makanan bergizi sebelum, selama hamil dan selama menyusui.
Copyrights © 2012