Keterampilan menulis merupakan keterampilan komunikasi secara tidak langsung dengan cara menuangkan kreativitas ide, gagasan, pikiran dalam karya tulis dengan melihat kaidah bahasa yang tepat sebagai informasi yang dapat dipahami oleh pembaca. Oleh sebab itu, proses pelaksanaan pembelajaran harus dapat meningkatkan keterampilan menulis peserta didik. Penelitian ini di fokuskan pada keterampilan menulis teks cerita fiksi. Cerita fiksi merupakan suatu tulisan atau karangan yang berisi cerita rekaan berdasarkan ide khayalan dari penulis dan bukan kejadian nyata di dunia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan antara model Problem Based Learning dan model Discovery learning terhadap keterampilan menulis teks cerita fiksi. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan model One Group Pretest-Postest Design. Subyek penelitian adalah peserta didik kelas IV sekolah dasar Teknik pengumpulan data menggunakan rubrik instrumen penilaian keterampilan menulis teks cerita fiksi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu uji T. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,000 (kurang dari 0,05), artinya Ha diterima dan H0 ditolak. Rata-rata Problem Based Learning dan Discovery learning terhadap keterampilan menulis teks cerita fiksi dari hasil uji T sebesar 63.14 dan 72.78. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan antara model Problem Based Learning dan Discovery learning terhadap keterampilan menulis teks cerita fiksi peserta didik kelas IV SD.
Copyrights © 2023