Bunuh diri merupakan perilaku yang kompleks tanpa sebab tunggal namun dapat disebabkan interaksi dari faktor biologis, psikologis, kognitif dan lingkungan yang rumit. Kejadian bunuh diri dewasa ini menjadi perhatian global terkait dengan peningkatan insiden. Gangguan jiwa merupakan prediktor terkuat bunuh diri, salah satunya adalah gangguan afektif bipolar yang memiliki risiko tertinggi terjadi perilaku bunuh diri baik di dunia maupun di Indonesia. Desain penelitian ini adalah Literature Review atau tinjauan pustaka. Bunuh diri pada kasus bipolar berasosiasi dengan fase depresi dari gangguan bipolar (depresi bipolar) yang merupakan episode mood yang dominan. Terdapat faktor risiko, faktor protektif serta peran neurotransmiter dalam terjadinya bunuh diri. Tingginya kejadian bunuh diri pada pasien dengan gangguan afektif bipolar menjadikan perlunya telaah kembali terkait hal-hal yang dapat meningkatkan kemampuan diagnostik dan penatalaksanaan yang tepat sehingga dapat menurunkan kejadian bunuh diri tersebut.
Copyrights © 2023