Cat merupakan lapisan atau film yang diaplikasikan pada permukaan suatu material yang bertujuan agar tampilan lebih indah, terlindungi dari panas dan hujan sehingga menghambat laju korosi. Pada prosedur pengecatan banyak yang harus diperhatikan seperti membersihkan permukaan sebelum pengecatan, viskositas (cat : thinner), ketebalan cat pada proses pengecatan Solvent suatu cairan yang berfungsi untuk mempermudah pencampuran resin dan pigment pada saat pencampuran cat. untuk memperoleh daya kilap yang baik dapat dilakukan salah satunya dengan cara memvariasikan kadar thinner untuk campuran cat. Penelitian daya kilap cat dilakukan di Lab Otomotif Universitas Ivet. Hasil dari dari pengujian daya kilap tertinggi pada variasi campuran 1:1,3 dengan nilai rata-rata 79.7 GU. Hal ini dikarenakan kandungan atau senyawa nitrocellulose yang ada pada cat NC yang dicampur dengan thinner ketika menguap pada saat proses penyemprotan maka akan ikut menguap dengan kata lain kadar nitrocellulose akan berkurang sehingga daya kilap akan meningkat. Viscositas cat juga mempengaruhi daya kilap dimana ketika viscositas cat semakin kental maka proses penyemprotan (atomisasi) akan mempengaruhi permukaan menjadi kasar. Selain hal tersebut thinner PU juga memperlambat proses pengeringan dan warna hitam yang dapat menyerap cahaya sehingga didapatkan daya kilap yang maksimal dan warna hitam yang semakin pekat. Saran untuk penelitian serupa yaitu dengan menggunakan perbandinagn thinner/solvent PU dan hardener untuk daya lekatnya dan analisis biaya proses pada material plat dan plastic (ABS/PP).
Copyrights © 2022