EKOTON
Vol. 3 No. 1 (2014): JANUARI - JUNI 2014

PEARL PRODUCING MOLLUSCS: WITH A NOTE ON THE BIOLOGY OF THE SILVER-LIPPED PEARL OYSTER PINCTADA MAXIMA (JAMESON)

Gustaf Mamangkey (Unknown)



Article Info

Publish Date
19 May 2012

Abstract

Berdasarkan nilai per volume, industri mutiara dunia adalah yang tertinggi di antara jenis budidaya lainnya. Produksi mutiara dunia disuplai dari hasil budidaya seperti beberapa jenis kerang mutiara air tawar, kerang mutiara Akoya Pinctada fucata, kerang mutiara bibir hitam P. margaritifera dan kerang mutiara bibir silver P. maxima. Secara alami, semua jenis kerang bisa menghasilkan mutiara, namun mutiara berharga hanya dihasilkan oleh jenis-jenis tertentu dan hanya sebagian darinya yang dibudidayakan. Mutiara yang dihasilkan kerang terdiri dari mutiara tanpa nacre (umumnya sebagai mutiara alami) dan mutiara dengan nacre (umumnya dibudidayakan). Pinctada maxima adalah salah satu kerang mutiara yang menghasilkan mutiara dibalut nacre. Kerang ini menghasilkan mutiara paling besar dan memiliki nilai paling tinggi di dunia dibandingkan kerang budidaya penghasil mutiara lainnya. Cangkang, mantle dan gonad adalah tiga organ penting untuk produksi mutiara. Kerang dengan cangkang yang bagus dengan warna tertentu pada bagian dalamnya biasanya dipilih untuk produksi mutiara, mantel adalah bahan penting yang dipakai untuk disuntikkan dengan inti dan gonad adalah sebagai tempat inti bersama potongan mantel untuk produksi mutiara. Walaupun memiliki potensial besar dengan adanya Pinctada maxima sebagai penghasil mutiara bernilai tinggi namun Indonesia masih memproduksi mutiara bernilai lebih rendah daripada Australia. Hal ini selain disebabkan oleh strain kerang yang ada di Indonesia tetapi juga karena penanganan yang tak tepat selama budidaya termasuk penanganan pasca panen nya.

Copyrights © 2014






Journal Info

Abbrev

EKOTON

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry Environmental Science

Description

EKOTON adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Pusat Penelitian Lingkungan Hidup & Sumberdaya Alam (PPLH-SDA) Lembaga Penelitian, Universitas Sam Ratulangi. Jurnal Ekoton terbit 2 (dua) kali setiap tahun (April dan Oktober). Jurnal Ekoton memuat kajian-kajian tentang lingkungan Hidup dan ...