Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui gambaran kebermaknaan hidup ibu tunggal yang memiliki anak dengan disabilitas intelektual. Kebermaknaan hidup diperlukan bagi individu untuk melanjutkan kehidupan berdasarkan kesulitan atau kesenangan yang dialami. Partisipan yang berpartisipasi dalam penelitian ini adalah empat orang ibu tunggal yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan tipe studi kasus untuk mendapatkan gambaran yang mendalam. Teknik pengambilan data yang digunakan adalah wawanacara dan observasi. Significant others juga diperlukan untuk melihat keabsahan data. Hasil yang didapat menunjukkan bahwa ketiga partisipan sudah berada pada kebermaknaan hidup yang matang karena sudah melupakan kesedihan dari meninggalnya suami dan lebih memikirkan kepentingan kemandirian anaknya, sedangkan partisipan C mulai menghilangkan rasa traumanya atas kekerasan dalam rumah tangga dari mantan suaminya dan lebih mementingkan merawat kedua anaknya. Keempat partisipan kini sudah menerima segala keadaan dan kondisi yang dialami mereka dan meyakinkan diri mereka untuk tetap kuat menghadapi kehidupan.
Copyrights © 2022