Fenomena ziarah makam merupakan tradisi turun-temurun dansudah berakar kuat di kalangan umat Islam. Meskipun muncul kritikyang mencurigai praktek semacam itu dapat menodai tauhid, tetapidalam faktanya kegiatan mengunjungi makam-makam tidak pernahpudar sama sekali bahkan cenderung makin ramai terutama setelahterbukti makin âkeramatâ-nya makam yang diziarahi itu. Penelitianlapangan yang mengambil lokasi di makam Ki Ageng BesariTegalsari Jetis di Ponorogo ini menyoroti bentuk-bentuk keyakinandan ritual yang dipraktekkan para peziarah. Kenyataannya,kepercayaan peziarah memang sangatlah mengkeramatkan makamKi Ageng Besati tegalsari tersebut. Meskipun demikian, kepercayaantersebut tidaklah tunggal karena sangat tergantung pada polapikir, pemahaman keagamaan dan tradisi yang melingkupinya.Penelitian ini sampai pada kesimpulan adanya tiga model kategori;kepercayaan yang berbasis pada pola tradisional Islam, kepercayaanmistis yang berbasis pada tradisi, dan kepercayaan yang berdasarpada pemikiran-rasional belaka. Berbagai ragam kepercayaan inimenunjukkan bahwa kita tidak bisa membuat klaim-klaim sepihakkepada para peziarah makam.
Copyrights © 2011