Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

RITUA L DI MAKAM KI AGENG BESARI TEGA LSARI JETIS PONOROGO Djuhan, Muhammad Widda
Kodifikasia Vol 5, No 1 (2011)
Publisher : Kodifikasia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena ziarah makam merupakan tradisi turun-temurun dansudah berakar kuat di kalangan umat Islam. Meskipun muncul kritikyang mencurigai praktek semacam itu dapat menodai tauhid, tetapidalam faktanya kegiatan mengunjungi makam-makam tidak pernahpudar sama sekali bahkan cenderung makin ramai terutama setelahterbukti makin ‘keramat’-nya makam yang diziarahi itu. Penelitianlapangan yang mengambil lokasi di makam Ki Ageng BesariTegalsari Jetis di Ponorogo ini menyoroti bentuk-bentuk keyakinandan ritual yang dipraktekkan para peziarah. Kenyataannya,kepercayaan peziarah memang sangatlah mengkeramatkan makamKi Ageng Besati tegalsari tersebut. Meskipun demikian, kepercayaantersebut tidaklah tunggal karena sangat tergantung pada polapikir, pemahaman keagamaan dan tradisi yang melingkupinya.Penelitian ini sampai pada kesimpulan adanya tiga model kategori;kepercayaan yang berbasis pada pola tradisional Islam, kepercayaanmistis yang berbasis pada tradisi, dan kepercayaan yang berdasarpada pemikiran-rasional belaka. Berbagai ragam kepercayaan inimenunjukkan bahwa kita tidak bisa membuat klaim-klaim sepihakkepada para peziarah makam.
Ritual Di Makam Ageng Besari Tegalsari Jetis Ponorogo Djuhan, Muhammad Widda
Kodifikasia Vol 5, No 1 (2011)
Publisher : IAIN PONOROGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.188 KB) | DOI: 10.21154/kodifikasia.v5i1.756

Abstract

Fenomena  ziarah  makam  merupakan  tradisi  turun-temurun  dan sudah  berakar  kuat  di  kalangan  umat  Islam. Meskipun  muncul kritik  yang  mencurigai  praktek  semacam  itu  dapat  menodai tauhid,  tetapi  dalam  faktanya  kegiatan mengunjungi  makammakam tidak pernah pudar sama sekali bahkan cenderung makin ramai  terutama  setelah  terbukti  makin  ?keramat?-nya  makam yang diziarahi itu. Penelitian lapangan yang mengambil lokasi di makam Ki Ageng Besari Tegalsari Jetis di Ponorogo ini menyoroti bentuk-bentuk  keyakinan  dan  ritual  yang  dipraktekkan  para peziarah.Kenyataannya, kepercayaan peziarah memang sangatlah mengkeramatkan makam Ki Ageng Besari di Tegalsari. Meskipun demikian,  kepercayaan  tersebut  tidaklah  tunggal  karena  sangat tergantung  pada  pola  pikir,  pemahaman  keagamaan  dan  tradisi yang melingkupinya. Ada  tiga  tipologi  peziarah  makam  Ki  Ageng Besari yaitu: kepercayaan yang berbasis pada pola tradisional Islam, kepercayaan mistis yang berbasis pada tradisi, dan kepercayaan yang berdasar pada pemikiranrasional. Berbagai ragam kepercayaan ini menunjukkan bahwa kita tidak bisa membuat klaim-klaim sepihak kepada para peziarah makam.
MOTIVASI SOSIAL DALAM RITUS TAREKAT Djuhan, Muhammad Widda
ASANKA : Journal of Social Science and Education Vol. 1 No. 1 (2020)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/asanka.v1i1.1947

Abstract

The phenomenon of the tarekat in Javanese society, especially since the arrival of the spreaders of Islam until now, is firmly rooted among Muslims. Although there are criticisms that suspect that such practices can tarnish monotheism, in fact the activities of the tarekat never fade at all even more and more people tend to follow the tarekat activities where they live especially after there are many problems in people's lives. The field research, which took the object of special rituals in the qariahyah wa naqshabandiyah tarekat in the mojoroto Gelanglor sukorejo mosque, Ponorogo district, highlighted social motivations in the selasan rituals which were followed by selasan followers. In fact, many people who live around the mosque take part in the activities of the congregation qodiriyah wan naqshobandiyah. Nevertheless, their participation motivation is not singular because it is very dependent on the mindset, religious understanding and traditions that surround it. This study came to the conclusion that there was motivation [1] Improving the deeds of worship in the afterlife, [2] Looking for spiritual peace with the routine of worship activities held [3] Resolving the problems of their lives with the help of the spirit of the murshid. These various motivations show that we cannot make unilateral claims to the tarekat followers, especially the qodiriyah wa naqshabandiyah tarekat.