Risiko terjadinya Diabetes Mellitus (DM) meningkat tepatnya pada nilai indeksmassa tubuh (IMT) yang relatif tinggi. IMT sendiri merupakan penilaian yang digunakan untukmenilai status gizi seseorang dengan mengukur tinggi badan dan berat badan.Oleh karenaterdapat kaitan antara kejadian obesitas dengan DM maka tujuan dari penelitian inimenganalisis IMT pada DM tipe 2 di paguyuban Diabetes Mellitus. Penelitian inimenggunakan metode observasional dengan pengukuran antropometri tinggi dan berat badan.Desain pada penelitian menggunakan metode deskripsi pada 50 responden ibu-ibu dipaguyuban DM rumah sakit swasta Surabaya dengan variabel tunggal yaitu IMT padapenderita DM tipe 2. Penentuan sampel dengan menggunakan pendekatan purposivesampling.Hasil penelitian diperoleh data IMT pada DM tipe 2 di paguyuban DM dimana 4%kurus ringan, 4% kurus berat, 44% normal, 18% gemuk ringan, 30% gemuk berat.Berdasarakan data tersebut menunjukkan bahwa obesitas sentral berdasarkan lingkar pingganglebih berperan sebagai faktor risiko DM dibandingkan dengan obesitas umum berdasarkanIMT. Berdasarakan analisis tersebut sebaiknya dalam menentukan obesitas pada DM tipe 2akan lebih sesuai apabila menggunakan ketentuan obesitas sentral dari pada denganmenggunakan pengukuran antropometri, karena selain tinggi dan berat badan terdapat lingkarpinggang yang merupakan lemak visceral.
Copyrights © 2016