Penelitian ini menganalisis hubungan antara kebakaran hutan dan dinamika hidrogeologi di Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau, dengan fokus pada pengaruh sejarah kebakaran, curah hujan, dan aktivitas perkebunan sawit. Metodologi yang digunakan melibatkan pendekatan kualitatif dan kuantitatif, termasuk analisis data curah hujan, kondisi akuifer, dan sejarah kebakaran. Temuan menunjukkan bahwa fluktuasi curah hujan memiliki pengaruh minimal terhadap kejadian kebakaran hutan, sementara ekspansi perkebunan sawit berkontribusi signifikan terhadap penurunan muka air tanah dan meningkatnya kerentanan lahan gambut terhadap kebakaran. Studi ini menunjukkan pentingnya manajemen sumber daya air yang berkelanjutan dan praktik pertanian yang bertanggung jawab untuk mengurangi risiko kebakaran hutan di wilayah tersebut.
Copyrights © 2024