Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki kekayaan alam yang melimpah termasuk sumber daya mineral. Pengolahan sumber daya mineral tak lepas dari metode-metode maupun teknologi yang mutakhir untuk memperoleh hasil mineral yang optimal disertai dengan keuntungan yang besar, biaya produksi seminimum mungkin dan tentu saja ramah lingkungan salah satunya pengolahan bijih timah. Pengolahan bijih timah umumnya dilakukan pemisahan dengan metode basah dan metode kering. Pemisahan ini dilakukan dengan mengandalkan sifat fisik dari bijih timah tersebut. Identifikasi awal mineral cassiterite dan mineral ikutan dengan mengetahui sifat fisik dari mineral pembawa timah dan mineral ikutan agar dapat terolah secara efektif dengan metode Grand Counting Analysis. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui perbedaan kadar cassiterite pada sampel fraksi dan taksasi serta perbedaan kadar cassiterite dan mineral lainnya pada middling dan tailing alat air table. Pengambilan sampel dilakukan secara acak untuk sampel fraksi dan sampel taksasi diambil pada alat air table. Hasil analisis menunjukkan terjadi perbedaan kadar cassiterite dan mineral ikutan pada setiap fraksi yang dimulai dari ukuran +20#, +50#, +70#, +100# dan -100# mesh sedangkan pada sampel taksasi terjadi penaikan dan penurunan kadar cassiterite. Hal ini menunjukkan pada setiap sampel fraksi maupun taksasi mengandung kadar cassiterite dan mineral ikutan yang berbeda-beda. Oleh karena itu diperlukannya metode grand counting analysis untuk mengetahui jumlah mineral cassiterite dan mineral ikutan pada setiap proses pemisahan bijih timah agar terolah secara efektif
Copyrights © 2023