Komisi Independen Pemilihan sebagai salah satu kantor yang berperan penting dalam melaksanakan sistem Pemilu, sehingga diperlukan manajemen komunikasi yang dapat mendukung secara keseluruhan kinerja yang dijalankan. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana penerapan manajemen komunikasi internal KIP Kabupaten Aceh Singkil dalam mengoptimalkan sumber daya manusia guna menjaga stabilitas iklim organisasi yang dikaji dari sudut pandang manajemen perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, serta evaluasi. Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian kualitatif deksriptif untuk menguraikan pandangan dan masukkan dari 9 informan melalui observasi dan wawancara mendalam secara terstruktur. Adapun para informan tersebut 5 orang terdiri dari Ketua, Kasubbag Hukum/SDM, Kasubbag Teknis Penyelenggara Pemilu, Kasubbag Umum Keuangan Logistik, Kasubbag Perencanaan Program dan Data, serta 4-nya lagi merupakan para pegawai bawahan yang diambil masing-masing 1 orang dari tiap divisi. Temuan akhir penelitian menunjukkan bahwa: (1) Proses manajemen perencanaan komunikasi internal yang diaplikasikan dalam menangani masalah sumber daya manusia pada internal KIP belum sepenuhnya tepat, hal itu dapat dilihat dari prosedur terkait solusi dari pimpinan yang tidak melibatkan dan menampung aspirasi para pegawai bawahan. (2) Pimpinan mengintruksikan semua kegiatan kepada 4 subbagian yang ada di KIP Aceh Singkil yang seharusnya hanya perlu dilakukan oleh satu sub saja karena memang tupoksi subbagian itu, sehinga pengorganisasian yang dilakukan belum sepenuhnya berjalan dengan efektif. (3) Bentuk pengarahan internal KIP Aceh Singkil belum dilakukan secara formal khususnya dalam program rekrutmen SDM baru. (4) Kegiatan evaluasi mengenai rekrutmen sumber daya manusia tidak dilaksanakan, sementara secara keseluruhan evaluasi di internal KIP dilaksanakan jika terdapat hambatan kinerja dan ketidaksesuaian SOP. Oleh karena itu, Pimpinan KIP Aceh Singkil perlu mengatur kembali manajemen komunikasi internal yang efektif untuk memperbaiki kondisi iklim organisasi melalui pemberian delegasi kebijakan serta dapat menampung aspirasi pegawai bawahan secara langsung dan jelas agar proses kinerja dapat berjalan sebagaimana mestinya.
Copyrights © 2023