Pesantren adalah lembaga pendidikan tradisional di Indonesia yang fokus pada pendidikan agama Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan keuntungan dan tantangan yang terkait dengan penerapan model Pendidikan multikultural berbasis kearifan lokal, serta memberikan rekomendasi tentang bagaimana pesantren dapat memperkuat pendidikan multikultural berbasis kearifan lokal secara efektif.Metode penelitian yang digunakan dalam judul Harmoni di Pesantren, Model Pendidikan Multikultural Berbasis Kearifan Lokal menggunakan metode Kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Tehnik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi dan wawancara. Analisis data menggunakan analisis taksonomi. Untuk menguji kevalidan atau keabsahan data peneliti menggunakan trianggulasi. Hasil penelitian.Untuk mewujudkan keharmonisan santri di Pesantren Darus Sholihin ditanamkan sikap yang baik yang meliputi: 1) sikap saling menghormati dan menghargai, 2) sikap toleransi yakni menerima perbedaan, 3) sikap memberikan rasa nyaman pada lawan bicara, dan 4) sikap saling mendukung. Model pengembangan kurikulum berbasis kearifan lokal meliputi; Pengembangan Kurikulum yang Beragam, Pembelajaran Antar budaya, Pendidikan Nilai-Nilai Multikultural, Kolaborasi Komunitas dan Sekolah.
Copyrights © 2023