Anime adalah animasi Jepang yang telah berubah menjadi fenomena global. Anime sebagai fenomena global memberi pengaruh positif dan negatif bagi penggemar anime, terutama cosplayer. Pengaruh anime dapat digambarkan melalui konsep diri penggemar anime. Konsep diri merupakan suatu pandangan individu terhadap diri sendiri yang meliputi lima dimensi yaitu fisik diri, moral etik diri, diri personal, diri keluarga dan diri sosial. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui perbedaan antara konsep diri penggemar anime yang cosplayer dengan konsep diri penggemar anime yang non-cosplayer. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif deskriptif dan alat ukur Tennessee Self-Concept Scale oleh Fitts (1965) yang telah diadaptasi oleh Agustina (2018). Penelitian yang memperoleh data 125 partisipan menunjukkan bahwa kelompok penggemar anime cosplayer memiliki konsep diri yang lebih positif daripada kelompok penggemar anime non-cosplayer. Kelompok penggemar anime cosplayer memiliki fisik diri, moral etik diri, diri personal, identitas diri, dan penerimaan diri yang tinggi, namun memiliki sosial diri, kritik diri dan tingkah laku diri yang rendah. Sementara kelompok penggemar anime non-cosplayer memiliki sosial diri, kritik diri dan tingkah laku diri yang tinggi, namun memiliki fisik diri, moral etik diri, diri personal, identitas diri, dan penerimaan diri yang rendah. Meksipun demikian, berdasarkan hasil analisis uji beda independent sample t-test menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara konsep diri penggemar anime cosplayer dan non-cosplayer (p = 0,072, > 0,05).
Copyrights © 2024