Penelitian ini mengeksplorasi permasalahan kompleks seputar konstruksi identitas gender dalam konteks media sosial, dengan fokus pada pengaruh budaya digital terhadap pembentukan identitas individu. Tujuan utama penelitian adalah untuk memahami sejauh mana interaksi di media sosial memainkan peran kunci dalam membentuk identitas gender individu, dengan mempertimbangkan dinamika budaya digital yang semakin mendominasi. Landasan teoretis melibatkan konsep identitas gender, teori feminis, dan pendekatan identitas postmodern, membentuk dasar analisis terhadap norma-norma gender yang tercermin dalam media sosial. Melalui pendekatan kualitatif, penelitian ini mengungkap bagaimana individu merespons dan merancang identitas gender mereka di ruang digital. Hasil analisis menyoroti kompleksitas konstruksi identitas gender, menunjukkan bahwa media sosial tidak hanya merefleksikan norma-norma sosial, tetapi juga berperan aktif dalam membentuk identitas individu. Kesimpulan penelitian ini memberikan wawasan tentang evolusi identitas gender dalam era digital, menegaskan bahwa perubahan budaya digital dan interaksi daring memainkan peran penting dalam pembentukan identitas gender.
Copyrights © 2024