Al'Adalah
Vol. 20 No. 2 (2017)

MERAKIT “TITIK RAJUT” BUKAN “TITIK SIKUT”: DARI KESATUAN ESOTERIS MENUJU DIALOG PRAKTIS AGAMA-AGAMA

Muhaimin (IAIN Jember)



Article Info

Publish Date
10 Mar 2022

Abstract

Beberapa faktor yang menyebabkan kebuntuan dialog antar agama; pertama; terjadinya konflik Islam-Kristen sepanjang sejarah kemanusian.Kedua, adanya klaim kebenaran dari masing-masing pengikut agama.Ketiga, pendekatan dialog selama ini lebih bernuansa “pertandingan” daripada “perbandingan”. Sejatinya, dialog antar agama akan produktif jika dimulai dari sebuah pemahaman bahwa inti dalam agama-agama hanyalah satu kesatuan. Dan kesatuan tersebut bukan saja moral, teologis, melainkan juga metafisik .Adanya klaim kebenaran pada dataran eksoterisme selama bersifat internal adalah benar dan justru sangat diperlukan, karena bagaimana mungkin melaksanakan ajaran agama tanpa adanya keyakinan bahwa ajaran itu benar. Hanya saja yang menjadi persoalan adalah; ketika klaim itu bersifat eksternal sehingga menempatkan agama lain pada posisi lawan. Dalam tataran praksis, dialog antar agama harus ada keseimbangan antara ortodosia (ajaran yang benar) dan ortopraksis (perbuatan yang benar).

Copyrights © 2017






Journal Info

Abbrev

aladalah

Publisher

Subject

Religion Humanities Education Social Sciences

Description

This journal aims to publish original research articles on Islam and Muslims, especially Islamic thoughts, doctrines, and practices oriented toward moderation, egalitarianism, and humanity. The journal articles cover integrated topics on Islamic issues, including Islamic philosophy and theology, ...