Konflik yang terjadi di sanggar seni Rumah Gadang adalah konflik internal yang sering terjadi dan menjadi hal yang biasa bagi pelatih dan anggota sanggar. Perspektif komunikasi konflik memandang dialog dan mediasi sebagai strategi manajemen konflik yang efektif untuk konflik internal. Namun, dalam kasus konflik di sanggar seni Rumah Gadang, dialog dan mediasi belum mampu menyelesaikan konflik secara menyeluruh. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi proses manajemen konflik yang telah dilakukan oleh pengurus sanggar seni. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode fenomenologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga faktor utama yang menghambat proses dialog dan mediasi, yaitu perbedaan latar belakang budaya, perbedaan kepentingan, perubahan nilai, dan kurangnya keharmonisan dalam interaksi sosial. Efektifitas proses dialog dan mediasi dapat didorong oleh netralitas pihak yang berkonflik, pemberdayaan komunitas, dan program kerja yang berkelanjutan.
Copyrights © 2023