Kajian ini dilatarbelakangi kenyataan bahwa menulis merupakan keterampilan berbahasa yang sangat sulit dan tidak diminati siswa. Asumsi kesulitan menulis dan rendahnya minat siswa dalam menulis menjadi salah satu masalah tersendiri bagi guru untuk memotivasi siswa mampu menulis. Salah satu kegiatan menulis yang tentunya perlu dikembangkan ialah menulis cerpen. Kegiatan pembimbingan dan motivasi menulis cerpen pun dilakukan. Salah satu model yang dapat digunakan untuk mengubah asumsi siswa bahwa menulis cerpen itu sulit ialah dengan menyajikan pembelajaran menulis semenarik mungkin. CORE dapat diartikan pembelajaran berbasis pengalaman dan guru berusaha mengaitkan pengalaman siswa sebagai sumber tulisan. Guru bisa menstimulus siswa menulis cerpen berdasarkan rekaman pengalaman yang dimiliki siswa, baik pengalaman membahagiakan, mengharukan, maupun membanggakan. Mengoneksikan pengalaman siswa menjadi menjadi sebuah tulisan merupakan salah satu cara yang tepat untuk mengembangkan potensi menulis cerpen.Kata kunci: model CORE; potensi siswa; menulis cerpen.
Copyrights © 2015