Penelitian ini bertujuan menghasilkan deskripsi tentang keterbacaan teks dan unsur-unsur kebudayaan yang termuat dalam buku siswa kelas V SD terbitan Kemendikbud. Ada dua cara untuk menganalisis tingkat keterbacaan, yakni formula keterbacaan dan tes tanya jawab, serta analisis muatan kebudayaan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif-kuantitatif. Subjek penelitian terdiri atas tiga teks dalam Buku Siswa Kelas V, yakni teks Kisah Terjadinya Jakarta, Jenis-jenis Ekosistem, dan Pemanfaatan Alam oleh Manusia, serta siswa dari tiga sekolah di Kotamadya Kediri SDN Burengan 2, SDN Banjaran 4, dan SDN Sukorame 2. Untuk mengumpulkan data, digunakan teknik dokumentasi (Grafik Fry dan tabel unsur-unsur kebudayaan) serta tes (tes asosiasi kata). Data dari Grafik Fry dan tes asosiasi kata berupa skor yang dideskripsikan serta data dari analisis kebudayaan berupa deskripsi. Hasil penelitian ini: Pertama, tingkat keterbacaan teks berdasarkan formula keterbacaan (Grafik Fry) adalah 8, 9, dan 10 serta mendekati daerah long words. Tingkat keterbacaan teks berdasarkan pengetahuan awal pembaca tentang topik adalah rendah karena hasil presentase tes asosiasi kata 24%. Kedua, muatan kebudayaan dalam buku siswa kelas V terbitan Kemendikbud didominasi kebudayaan lokal provinsi Jawa Tengah dan Jawa Barat. Unsur kebudayaan pertama sebesar 14%, kedua sebesar 5%, ketiga sebesar 8%, keempat sebesar 10%, kelima sebesar 23%, keenam sebesar 14%, dan ketujuh sebesar 26%.Kata Kunci: keterbacaan teks; grafik fry; tes asosiasi kata; kebudayaan.
Copyrights © 2015