Tujuan penelitian ini untuk memaparkan wujud variasi kode, alih kode, dan campur kode pada tuturan masyarakat serta faktor-faktor sosial yang menjadi penentu alih kode dan campur kode tersebut. Kontak bahasa terjadi di SMP-SMA Semesta Bilingual Boarding School Semarang karena masyarakat yang tinggal di daerah tersebut merupakan campuran masyarakat Indonesia (Jawa dan Sunda) dengan masyarakat asing (Turki, Rusia, Tajikistan, Turkmenistan, Kirgiztan, dan Azerbaijan) yang saling berinteraksi. Masyarakat di daerah tersebut sebagai masyarakat dwibahasa yang sekurang-kurangnya memiliki dua bahasa yang digunakan dalam komunikasi mereka sehari-hari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis. Teknik analisis yang digunakan adalah teori Dell Hymes. yang menandai terjadinya peristiwa tutur itu dengan singkatan SPEAKING (Setting/Sense, Participants, Ends, Act sequence, Key, Instrumentalities, Norms, Genres). Hasilnya diketahui bahwa masyarakat di lingkungan SMP-SMA Semesta sering mengalami peristiwa campur kode dalam berdialog karena banyaknya bahasa yang dikuasainya. Mereka harus lebih cermat memilih dan menggunakan bahasa yang dikuasainya dalam konteks berinteraksi maupun berkomunikasi dengan masyarakat lainnya.
Copyrights © 2017