Penelitian ini bertujuan mengetahui sejauh mana kontak bahasa yang terjadi antara bahasa Sunda dan bahasa Indonesia di kalangan anak-anak SD. Pemakaian lebih dari satu bahasa (dwibahasa) di kalangan anak-anak ternyata tidak hanya terjadi dalam konteks nonformal, tetapi juga terbawa ke dalam situasi formal. Dampak dari kebiasaan ini, anak-anak kebingungan dalam memilah bahasa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Permasalahan yang diteliti meliputi, 1) Sejauh manakah anak-anak sekolah dasar menggunakan bahasa Sunda dan bahasa Indonesia secara campur? 2) Apa implikasi kedwibahasaan terhadap pengajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar? Tujuan penelitian ini meliputi, 1) mendeskripsikan fenomena kedwibahasaan yang terjadi di kalangan siswa sekolah dasar, 2) mendeskripsikan implikasi kedwibahasaan di kalangan siswa sekolah dasar. Hasil analisis menunjukkan bahwa penggunaan bahasa Sunda dan Bahasa Indonesia secara campur tidak hanya terjadi dalam ragam lisan dan nonformal, tetapi juga terjadi dalam ranah tulis dan formal. Kebiasaan ini selain mengakibatkan siswa menjadi tidak konsisten dalam penggunaan bahasa, juga mengakibatkan pengaburan bahasa antara bahasa Indonesia dan bahasa Sunda dalam pemahaman siswa.Kata kunci: kedwibahasaan; anak sekolah dasar; pembelajaran.
Copyrights © 2016