Hipertensi umum diketahui sebagai “silent disease”. Hipertensi dapat disebabkan lingkungan pekerja seperti pajanan kebisingan, faktor yang tidak dapat dikendalikan seperti usia dan jenis kelamin serta faktor yang dapat dikendalikan seperti pola hidup yang berpengaruh pada tingkat indeks massa tubuh pekerja. Penelitian ini merupakan penelitian observasional non-reaktif meneliti kelompok yang mengalami gejala hipertensi. Data penelitian ini bersumber dari hasil medical check-up PT. Omron Manufacturing of Indonesia tahun 2020 yang mecakup variabel pajanan kebisingan, usia, jenis kelamin, tingkat indeks massa tubuh serta status hipertensi pekerja. Analisis pengaruh antar variabel dilakukan dengan uji spearman untuk mengetahui kuat hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pajanan kebisingan (PR=0,954, ? = -0,41) pajanan kebisingan memiliki korelasi cukup dan arah korelasi tidak searah, dan usia (PR=0,943, ? = -0,42) memilki korelasi cukup dan arah korelasi tidak searah, jenis kelamin (PR=1,115, ? = 0,080) memiliki korelasi lemah dengan arah korelasi searah, dan tingkat indeks massa tubuh (PR=1,157, ? = 0,086) memiliki korelasi lemah dengan arah korelasi searah. Disimpulkan bahwa jenis kelamin dan tingkat IMT merupakan faktor risiko hipertensi. Pekerja dengan jenis kelamin laki-laki dan pekerja yang obesitas cenderung hipertensi. Pihak perusahaan telah melakukan pengendalian panajanan kebisingan dengan baik dan diharapkan pekerja melakukan cek tekanan darah secara rutin dan menjaga kesehatan agar mengurangi risiko hipertensi.
Copyrights © 2023