Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penggunaan antibiotik pada pasien yang mengidap pneumonia dengan menerapkan metode Gyssens di sebuah Rumah Sakit Swasta di Bandung. Penelitian ini menerapkan metode penelitian retrospektif dengan menghimpun data sekunder dari catatan medis pasien yang mengalami pneumonia di Rumah Sakit Swasta tersebut selama periode Januari hingga Desember 2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 125 pasien pneumonia di Rumah Sakit Swasta Bandung periode Januari-Desember 2022 menerima antibiotik dengan metode Gyssens. Dari jumlah tersebut, 72 pasien memenuhi kriteria inklusi. Dalam kelompok pasien ini, terdapat 34 pasien laki-laki (47%) dan 38 pasien perempuan (53%). Lebih banyak pasien yang mengalami pneumonia berusia di atas 65 tahun, yaitu sebanyak 8 orang (32%), diikuti oleh kelompok usia 56 hingga 65 tahun sebanyak 6 orang. Durasi penggunaan antibiotik bervariasi, dengan 30 pasien menerima terapi selama 1-4 hari, 28 pasien selama 5-7 hari, dan 14 pasien selama 8-20 hari. Jenis Antibiotik yang paling umum diberikan adalah ceftriaxone. (sebanyak 18%) dari golongan cefalosporin generasi III, dan levofloxacin (sebanyak 32%) dari golongan fluorokuinolon. Hasil evaluasi penggunaan antibiotik dengan metode Gyssens menunjukkan bahwa 46 penggunaan (40%) masuk dalam kategori 0, sementara 68 penggunaan (60%) masuk dalam kategori 1.
Copyrights © 2023