Alpukat (Persea americana Mill) merupakan tanaman yang memiliki banyak manfaat pada berbagai bagian, seperti pada bagian daging buah, kulit, biji, serta daun. Menurut beberapa penelitian, alpukat memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder seperti alkaloid, saponin, dan flavonoid. Kandungan metabolit sekunder yang terdapat dalam bagian tanaman alpukat memiliki manfaat sebagai antibakteri. Akan tetapi, terdapat variasi kandungan metabolit sekunder pada berbagai bagian tanaman alpukat serta perbedaan metode ekstraksi seperti menggunakan cara panas (refluks dan sokletasi) dan cara dinggin (maserasi dan perkolasi . menyebabkan perbedaan efektivitas antibakteri. Keberadaan bakteri jahat dapat menyebabkan berbagai macam penyakit, contoh nya bakteri akteri Staphylococcus aureus merupakan salah satu bakteri penyebab infeksi terbanyak di dunia. Ulasan review ini melaporkan mengenai aktivitas antibakteri disertai metode ekstraksinya dari berbagai bagian dari tanaman alpukat. Semua data ulasan dari database google scholar dan Reaxys yang diseleksi berdasarkan kata kunci Persea americana Mill dan antibacterial activity , dengan batasan waktu 10 tahun terakhir. Pertimbangan pemilihan di lihat dari tahun terbitnya jurnal yakni 10 tahun terakhir serta dilihat dari kesamaan jurnal yang membahas mengenai aktivitas antibakteri dari bagian tanaman alpukat disimpulkan bahwa bagian tumbuhan alpukat yang memiliki aktivitas antibakteri paling baik adalah bagian biji Alpukat dengan nilai Konsentrasi hambat minimum <500 mikrogram/mL dengan daya hambat.
Copyrights © 2023