Indonesia memiliki 20.000 jenis tanaman obat atau herbal. Dari banyaknya jenis tersebut, baru dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai obat-obatan herbal hanya sekitar 300 jenis tanaman saja. Macam-macam tumbuhan herbal yang sudah umum digunakan oleh masyarakat sebagai obat tradisional yaitu kelor, jamblang, dan temulawak. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui Senyawa Fitokimia serta Aktivitas Farmakologi Daun Kelor, Jamblang, dan Temulawak. Pada penelitian ini juga bertujuan untuk menganalisis dan memaparkan penjelasan berbagai penelitian terdahulu yang sudah dilakukan terhadap kandungan fitokimia, dan aktivitas farmakologis dari daun kelor, jamblang, dan temulawak. Metode penelitian yang dipakai yaitu studi literatur dengan memanfaatkan data pada database jurnal terakreditasi. Literatur yang diseleksi merupakan literatur dalam kurun waktu 2013-2023 dengan kata kunci yang telah ditetapkan dan diambil 16 jurnal yang sesuai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode skrining fitokimia merupakan metode yang sesuai untuk menganalisis senyawa fitokimia atau senyawa aktif dari tanaman daun kelor, jamblang, dan temulawak dengan menggunakan beberapa pelarut yang sesuai. Pada penelitian tersebut dihasilkan yaitu senyawa aktif yang umum ditemukan pada ketiga daun tersebut adalah alkaloid, terpenoid, flavonoid, dan tanin. Sedangkan pada analisis aktivitas farmakologis digunakan beberapa metode yaitu difusi agar dengan menggunakan ekstrak etanol, metode DPPH dengan menggunakan ekstrak metanol, dan metode rat hind pau edema (pembentukan radang buatan di kaki tikus) menggunakan ekstrak etanol dan air. Hasil yang diperoleh untuk analisis aktivitas farmakologi yaitu antibakteri, antioksidan, dan antiinflamasi.
Copyrights © 2023