Yeni Ari Safitri Dalimunthe
Universitas Buana Perjuangan Karawang Karawang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SENYAWA FITOKIMIA SERTA AKTIVITAS FARMAKOLOGI DAUN KELOR, JAMBLANG, DAN TEMULAWAK : STUDI LITERATUR Kamelia Risna; Yeni Ari Safitri Dalimunthe; Neni Nurlelah; Mila Febriyanti; Himyatul Hidayah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 4 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i4.22383

Abstract

Indonesia memiliki 20.000 jenis tanaman obat atau herbal. Dari banyaknya jenis tersebut, baru dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai obat-obatan herbal hanya sekitar 300 jenis tanaman saja. Macam-macam tumbuhan herbal yang sudah umum digunakan oleh masyarakat sebagai obat tradisional yaitu kelor, jamblang, dan temulawak. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui Senyawa Fitokimia serta Aktivitas Farmakologi Daun Kelor, Jamblang, dan Temulawak. Pada penelitian ini juga bertujuan untuk menganalisis dan memaparkan penjelasan berbagai penelitian terdahulu yang sudah dilakukan terhadap kandungan fitokimia, dan aktivitas farmakologis dari daun kelor, jamblang, dan temulawak. Metode penelitian yang dipakai yaitu studi literatur dengan memanfaatkan data pada database jurnal terakreditasi. Literatur yang diseleksi merupakan literatur dalam kurun waktu 2013-2023 dengan kata kunci yang telah ditetapkan dan diambil 16 jurnal yang sesuai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode skrining fitokimia merupakan metode yang sesuai untuk menganalisis senyawa fitokimia atau senyawa aktif dari tanaman daun kelor, jamblang, dan temulawak dengan menggunakan beberapa pelarut yang sesuai. Pada penelitian tersebut dihasilkan yaitu senyawa aktif yang umum ditemukan pada ketiga daun tersebut adalah alkaloid, terpenoid, flavonoid, dan tanin. Sedangkan pada analisis aktivitas farmakologis digunakan beberapa metode yaitu difusi agar dengan menggunakan ekstrak etanol, metode DPPH dengan menggunakan ekstrak metanol, dan metode rat hind pau edema (pembentukan radang buatan di kaki tikus) menggunakan ekstrak etanol dan air. Hasil yang diperoleh untuk analisis aktivitas farmakologi yaitu antibakteri, antioksidan, dan antiinflamasi.
ANALISIS POTENSI BEKATUL SEBAGAI HIPOKOLESTROLEMIK MENGGUNAKAN METODE SPEKTROMETRI MASSA : TINJAUAN LITERATUR Himyatul Hidayah; Kamelia Risna; Mila Febriyanti; Yeni Ari Safitri Dalimunthe
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 4 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i4.22390

Abstract

(Oryza sativa), yang merupakan tanaman paling penting. Beras (Oryza sativa) merupakan salah satu dari 4.444 biji-bijian utama dan merupakan makanan pokok sebagian besar penduduk dunia, khususnya di negara-negara Asia. Produk sampingan dari proses penggilingan padi, dedak padi, memberikan nilai gizi dan senyawa bioaktif yang tinggi. Karena proporsi dedak padi adalah 8% dari berat beras, maka terdapat 2.152.800 ton dedak padi di Indonesia yang belum dimanfaatkan secara optimal sebagai bahan pangan.  Literature review ini bertujuan untuk menganalisis potensi bekatul sebagai hipokolestrolemik dengan metode spektrometri massa dengan metode literature review. Bahan yang digunakan berasal dari data base publikasi ilmiah nasional dan internasional yang bagus, seperti Google Scholar dan PubMed. Dedak padi dan diet tinggi kolesterol efektif menurunkan kadar kolesterol total, trigliserida, dan LDL pada dosis 50%. Dedak padi telah terbukti memiliki sifat antioksidan, kemopreventif kanker, dan hipokolesterolemik, menurut banyak penelitian. Kandungan dedak padi  serat pangannya yang tinggi dan komponeni bioaktif seperti oryzanol, fitosterol, tokoferol, dan tokotrienol, dedak padi berpotensi menurunkan kolesterol. Terdapat penelitian lain yang menunjukkan bahwa kombinasi bekatul dan pola makan tinggi kolesterol meningkatkan kadar kolesterol, trigliserida, dan LDL secara signifikan (p=0,000). Dosis dedak padi (P3) 50% menghasilkan penurunan kadar kolesterol, trigliserida, dan LDL secara signifikan hingga kembali ke kondisi normal. Dedak padi dan diet tinggi kolesterol efektif menurunkan kadar kolesterol total, trigliserida, dan LDL pada dosis 50%