Masalah dalam penelitian adalah adanya bentuk komunikasi yang terjadi dalam percakapan mahasiswa yang belum mencerminkan sikap kesantuanan, yang dipenagaruhi teknologi modern. Tujuan penelitaian ini mengkaji masalah (1) Bagaimanakah bentuk penolakan yang digunakan oleh mahasiswa STIT HAFAS, (2) Bagaimanakah kesantunan berbahasa dalam ungkapan penolakan yang digunakan oleh mahasiswa STIT HAFAS Subulussalam Aceh. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Sumber data penelitian ini adalah mahasiswa STIT HAFAS kelas Manajamen Pendidikan Islam semester 5 yang berjumlah 20 orang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk penolakan yang digunakan oleh mahasiswa STIT HAFAS meliputi enam bentuk, yaitu (1) penolakan dengan menggunakan ungkapan langsung, (2) penolakan dengan menggunakan alasan, (3) penolakan dengan menggunakan kata maaf disertai alasan, (4) penolakan dengan menggunakan alasan disertai penawaran/saran, (5) penolakan dengan menggunakan ucapan terima kasih disertai alasan, dan (6) penolakan dengan menggunakan apresiasi disertai alasan. Kesantunan berbahasa yang digunakan oleh mahasiswa dalam menolak pada umumnya santun karena bentuk-bentuk penolakan yang digunakan oleh mahasiswa STIT HAFAS lebih banyak yang telah memenuhi skala kesantunan. Implikasi
Copyrights © 2023