Keberhasilan suatu industri tergantung pada kemampuan pemilik industry dalam menjalankang operasi industi. Pengambilan keputusan merupakan salah satu tugas pemilik industri. Dalam menjalankan kegiatan suatu industri maka seringkali pemilik industri dihadapkan pada beberapa pilihan alternatif dari aktivitas yang dilakukan. Untuk memilih salah satu alternatif tersebut, maka pihak industry membutuhkan informasi tentang biaya. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perhitungan harga pokok produksi yang digunakan oleh industri, serta menganalisis biaya relevan dalam kaitannya menerima atau menolak pesanan khusus. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, menunjukan baha Industri Batik Incung Kota Sungai Penuh belum menerapkan metode analisis biaya relevan dalam menghitung harga pokok produksi. Dalam perhitungan harga pokok produksi untuk menghasilkan 5.836 batik yang dihasilkan pada tahun 2019 oleh Industri Batik Incung Kota Sungai Penuh dengan metode full costing, Batik Incung Kota Sungai Penuh mengeluarkan biaya produksi sebesar Rp. 345.510.000. dengan menggunakan metode full costing biaya relevan yaitu mengelompokan biaya-biaya yang relevan dengan perhitungan HPP pemilik Industri mendapatkan keuntungan untuk pesanan tersebut, dan pesanan tersebut dapat diterima oleh pemilik Industri Batik Incung Kota Sungai Penuh. Industri batik incung menetapkan harga jual untuk pesanan khusus yaitu sebesar Rp.125.000. hasil penjualan batik incung selama satu tahun 2019 yaitu sebesar Rp. 728.250.000 dan biaya produksi yang dikeluarkan sebesar Rp. 345.510.000. dilihat dari analisis laba rugi bruto Industri Batik Incung Kota Sungai Penuh mendapatkan keuntungan sebesar Rp. 382.740.000
Copyrights © 2024