Tidak bisa dipungkiri bahwa polemik seputar agama terus bergema pada setiap generasi. Tiap-tiap generasi memiliki konstruktif-argumentatif yang tentu berbeda termasuk pada apa yang disebut dengan empirisme dan positifisme. Dalam sejarah perjalanan-Nya, diantara mereka ada yang menerima, ada yang meragukan, bahkan ada yang memberikan penolakan terhadap agama. Empirisme dan positifisme termasuk golongan yang meragukan agama, ragam argumen telah dibangun mereka hingga dikalangan mereka ada yang sampai pada taraf menolak agama. Argumen mereka itulah yang akan menjadi inti daripada pembahasan ini. Detailnya, kajian ini membahas perihal seperti apakah sejarah awal mula empirisme dan positifisme meragukan agama? Bagaimanakah konstruktif-argumentatif empirisme dan positifisme dalam meragukan agama? Bagaimanakah reaksi dan koreksi para pemikir dalam menanggapi keragu-raguan empirisme dan positifisme terhadap agama? Tujuan daripada dicetuskan-Nya permasalahan tersebut ialah agar menghilangkan keterkaitan keraguan agama pada generasi kini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode kualitatif yang menyandarkan pada pendekatan ‘library research’. Kesimpulan dari penelitian ini ialah, dimana argumen empirisme dan positifisme dalam meragukan agama tidaklah dibenarkan. Kata Kunci: Sejarah, Konstruktif-argumentatif, Bantahan.
Copyrights © 2022