Tingginya prevalensi stunting di Indonesia yaitu 24,4% serta Angka kasus stunting di Kabupaten Banyumas pada tahun 2021 mencapai 21,6% dan mengalami penurunan pada tahun 2022 menjadi 16,6 %, tetapi angka tersebut masih cukup tinggi sehingga perlu kerja keras dari semua pihak. Pemahaman orang tua khususnya ibu sangat mempengaruhi status gizi anak. Kurangnya pengetahuan dan pemahaman ibu berkaitan dengan asupan makanan berkaitan dengan stunting, menjadi penyebab tingginya angka kejadian stunting pada balita. Salah satu bentuk pemahaman pengetahuan adalah dengan penggunaan stunting mobile. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat efektvitas pemanfaatan stunting mobile untuk pencegahan stunting dengan meningkatkan pemahaman kebutuhan asupan makan di Kabupaten Banyumas Penelitian ini merupakan penelitian analitik eksperimental dengan metode cross sectional menggunakan pre-post test design yang membandingkan pengaruh intervensi metode edukasi menggunakan stunting mobile. Hasil penelitian didapatkan nilai p value 0,001, artinya terdapat beda signifikan tingkat pengetahuan kader setelah dilakukan edukasi menggunakan stunting mobile dengan nilai gain-score 0,45, sehingga dapat dikatakan bahwa kegiatan pemanfaatan stunting mobile yang dilakukan memiliki efektifitas sedang dalam meningkatkan pengetahuan
Copyrights © 2023