Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Tonikum Sarang Burung Walet (TSBW; Aerodramus fuchipagus) terhadap (a) refleks menghindari jurang, (b) refleks geotaksis negative, (c) posisi sudut kepala, (d) arah berenang, dan (e) penggunaan anggota badan. Dua puluh lima (25) ekor mencit (Mus musculus) jantan dewasa dibagi menjadi lima kelompok masing-masing terdiri atas 5 ekor mencit. Pada hari ke-1 kelompok P1, P2, P3, dan P4 dinjeksi ip 20 mg/kgBB paraquat. Pada hari ke-3 dan 4 kelompok P2, P3, dan P4 secara berurutan diberi dosis 75 mg, 100 mg, dan 150 mg/40 g BB TSBW secara gavage. Kelompok hewan control (P0) hanya diberi Akuadest 0,2 mL dengan cara yang sama. Pada hari ke-6 malam hari dilakukan uji panggung untuk (1) refleks menghindari jurang, (2) refleks geotaksis negative, (3) posisi sudut kepala, (4) arah berenang, dan (5) penggunaan anggota badan. Ijeksi paraquat nyata menurunkan skor lima uji panggung dibanding dengan kontrol. Perlakuan dengan TSBW dapat memulihkan skor tujuh uji panggung mendekati atau sama dengan kontrol. Dosis 150 mg/40 g BB TSBW adalah paling efektif memulihkan lima uji panggung akibat efek negative paraquat. TSBW berpotensi memulihkan efek negative paraquat. Informasi hasil peneleitian uji pengarus TSBW terhadap uji panggung Mus musculus ini disumbangkan dapat menjadi alternatif sumber Desain LKPD pembelajaran Biologi, Kelas XI Semester II Pada KD 3.10 Menganalisis hubungan antara struktur jaringan penyusun organ pada sistem koordinasi dan regfulasi serta gangguan fungsi yang dapat terjadi pada sistem koordinasi manusia.
Copyrights © 2023