Pemandian Lubuk Napa memiliki potensi besar untuk pengembangan, namun mengalami kendala utama berupa belum memiliki fasilitas toilet dan sarana ibadah. Hasil observasi tim pengusul dan wawancara dengan pengunjung menunjukkan adanya keluhan terkait kebutuhan akan fasilitas toilet dan kamar bilas, yang mengakibatkan sungai menjadi alternatif tempat buang air. Tantangan ini dapat menjadi hambatan serius dalam pengembangan objek wisata dan pertumbuhan ekonomi Nagari Salibutan secara menyeluruh. Untuk mengatasi permasalahan ini, dilakukan kerjasama melalui pengabdian dari Perguruan Tinggi dengan masyarakat setempat. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah memberdayakan masyarakat sekitar objek wisata Pemandian Lubuk Napa dengan menyediakan fasilitas toilet dan sarana ibadah, serta mengelola fasilitas tersebut secara efektif. Proses ini melibatkan kolaborasi antara perguruan tinggi dan komunitas, dimulai dengan penyediaan fasilitas toilet dan sarana ibadah melalui partisipasi aktif masyarakat. Selanjutnya, dilakukan pelatihan dan pendampingan terkait manajemen toilet dan sarana ibadah, dengan tujuan agar fasilitas yang telah disediakan dapat dijaga dengan baik dan dimanfaatkan secara optimal dalam mendukung kegiatan pariwisata di objek wisata ini. Hasil konkrit dari kegiatan ini adalah penyediaan bahan untuk sarana ibadah dan toilet, serta pembangunan yang melibatkan keterlibatan aktif masyarakat dan pokdarwis, yang bersatu dalam semangat gotong royong.
Copyrights © 2023