Parker dan Pentel merupakan jenis ballpoint yang paling sering digunakan oleh konsumen terutama oleh kalangan Pimpinan. Namun seiring berkembangnya industri ballpoint, muncul berbagai merek ballpoint lainnya yang memiliki ciri khas masing-masing. Sehingga diperlukan strategi pemasaran untuk mengahadapi persaingan-persaingan yang bermunculan. Salah satunya adalah dengan menganalisis proses pengambilan keputusan konsumen. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis bagaimana proses konsumen memutuskan pembelian ballpoint dan membandingkan bagaimana preferensi konsumen terhadap atribut-atribut ballpoint yang terdapat pada ballpoint Parker, baik dari tingkat kepentingannya maupun tingkat kepercayaannya. Penelitian ini dilakukan di kampus STIE Yapan Surabaya, dengan menggunakan disain survey. Responden yang diambil adalah 20 orang Pimpinan dengan melakukan wawancara tertulis yaitu kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses keputusan pembelian ballpoint dimulai pada proses pengenalan kebutuhan, proses pencarian informasi, evaluasi alternative, keputusan pembelian, dan evaluasi hasil pembelian. Hasil penelitian menunjukan bahwa 60% responden memilih dorongan dari rekan merupakan faktor utama yang mempengaruhi dalam pengambilan keputusan. Sedangkan berdasarkan preferensinya, perbandingan atribut ballpoint Parker lebih baik daripada ballpoint Pentel. Hal tersebut dapat dilihat dari nilai model Fishbien dimana ballpoint Parker lebih tinggi atau lebih positif (+7,4175) dibanding ballpoint Pentel RS3 (+4,645).
Copyrights © 2017