Aktivitas fisik yang teratur diyakini dapat memodulasi berbagai aspek biologis yang terkait dengan kesuburan. Aktivitas fisik dapat memengaruhi sumbu hipotalamus hipofisis gonadal, mengatur hormon gonadotropin, meningkatkan fungsi kekebalan tubuh, serta mengurangi peradangan dan hormon seks yang beredar. Hal ini dapat berkontribusi pada regulasi siklus menstruasi, kualitas sperma, dan keseimbangan hormonal yang penting untuk kesuburan. Infertilitas adalah kondisi ketika pasangan tidak dapat hamil setelah berusaha secara teratur selama setidaknya satu tahun tanpa menggunakan kontrasepsi. Infertilitas bisa terjadi pada pria, wanita, atau keduanya. Terdapat beberapa penyebab infertilitas, termasuk masalah hormon, gangguan ovulasi atau sperma, penyumbatan saluran tuba, masalah pada rahim atau leher rahim, faktor usia, gaya hidup, dan faktor genetik. Systematic review ini dilakukan untuk mengeksplorasi dampak aktivitas fisik terhadap infertilitas. Metode Penelitian dalam penelitian ini merupakan penelitian literasi dengan pendekatan systematic review. Artikel yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari tiga database yaitu Google Scholar, Pubmed, dan Science Direct. Artikel yang disertakan adalah bahasa Inggris teks lengkap dari tahun 2013 hingga 2023. Pemilihan artikel dilakukan dengan menggunakan PRISMA flow diagram. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan yang kompleks antara aktivitas fisik, infertilitas, dan lingkungan pada wanita usia subur
Copyrights © 2024