Pos PeIayanan Terpadu atau lebih dikenal dengan POSYANDU menjadi sarana pemberdayaan kesehatan masyarakat sebab model pelaksanaan di aktifkan dan diprakarsai oleh masyarakat yang selaras dengan kebutuhan masing-masing masyarakatnya. Peran kader dalam penyelenggaraan Posyandu sangat besar karena selain sebagai pemberi informasi kesehatan kepada masyarakat juga sebagai penggerak masyarakat untuk datang ke Posyandu dan melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran kader dan hambatan kader posyandu dalam pelayanan gizi pada balita di Desa Pintupadang Wilayah Kerja Puskesmas Pintupadang. Penelitian ini menggunakan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Informan dalam penelitian ini 10 orang, terdiri dari 4 Ibu yang memiliki balita, 4 kader posyandu, 1 tenaga kesehatan dan 1 ketua posyandu. Variabel penelitian meliputi peran kader posyandu dan pelayanan gizi pada balita. Pengumpulan data menggunakan metode In- Dept Interview dengan menggunakan wawancara terstruktur. Data dianalisis melalui triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kader belum sepenuhnya melaksanakan perannya dalam pelayanan gizi pada balita. Hambatan yang dialami kader adalah kurangnya pengetahuan kader tentang posyandu terutama tentang gizi kurang karena tidak mendapat pelatihan. Kesimpulannya peran kader posyandu dalam pelayanan gizi pada balita di Desa Pintupadang Wilayah Kerja Puskesmas Pintupadang belum dilaksanakan dengan maksimal. Disarankan kepada kader posyandu dan petugas posyandu supaya lebih meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader posyandu terutama dalam hal gizi pada balita dan meningkatkan program penyuluhan kepada ibu tentang posyandu dan manfaat pelaksanaan posyandu bagi ibu dan balita.
Copyrights © 2024