Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Analisis Peran Kader Posyandu Dalam Pelayanan Gizi Pada Balita di Desa Pintupadang Wilayah Kerja Puskesmas Pintupadang Suryani Agustina Daulay; Nirma Surya Utami
Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati Vol 9, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/formil.v9i1.516

Abstract

Pos PeIayanan Terpadu atau lebih dikenal dengan POSYANDU menjadi sarana pemberdayaan kesehatan masyarakat sebab model pelaksanaan di aktifkan dan diprakarsai oleh masyarakat yang selaras dengan kebutuhan masing-masing masyarakatnya. Peran kader dalam penyelenggaraan Posyandu sangat besar karena selain sebagai pemberi informasi kesehatan kepada masyarakat juga sebagai penggerak masyarakat untuk datang ke Posyandu dan melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran kader dan hambatan kader posyandu dalam pelayanan gizi pada balita di Desa Pintupadang Wilayah Kerja Puskesmas Pintupadang. Penelitian ini menggunakan  menggunakan metode kualitatif deskriptif.  Informan dalam penelitian ini 10 orang, terdiri dari 4 Ibu yang memiliki balita, 4 kader posyandu, 1 tenaga kesehatan dan 1 ketua posyandu. Variabel penelitian meliputi peran kader posyandu dan pelayanan gizi pada balita. Pengumpulan data menggunakan metode In- Dept Interview dengan menggunakan wawancara terstruktur. Data dianalisis melalui triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kader belum sepenuhnya melaksanakan perannya  dalam pelayanan gizi pada balita. Hambatan yang dialami kader adalah kurangnya pengetahuan kader tentang posyandu terutama tentang gizi kurang karena tidak mendapat pelatihan. Kesimpulannya peran kader posyandu dalam pelayanan gizi pada balita di  Desa Pintupadang Wilayah Kerja Puskesmas Pintupadang belum dilaksanakan dengan maksimal. Disarankan kepada kader posyandu dan petugas posyandu supaya lebih meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader posyandu terutama dalam hal gizi pada balita dan meningkatkan program penyuluhan kepada ibu tentang posyandu dan manfaat pelaksanaan posyandu bagi   ibu dan balita.
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Jambu Air (Syzygium aqueum) : Sebuah Tinjauan Sistematis Muhammad Ariq Naufal; Susianti Susianti; Suryani Agustina Daulay; Novita Carolia
Jurnal Kesehatan Amanah Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Kesehatan Amanah
Publisher : Universitas Muhammadiyah Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57214/jka.v8i2.693

Abstract

Indonesia is a country that dominated by tropical rainforests with adequate rainfall. These conditions allow various plant species to thrive. One such plant is water apple (Syzygium aqueum). The use of water apple leaf extract as an antibacterial agent has garnered attention due to the increasing trend of bacterial resistance againts antibiotics. The aim of this study is to describe the antibacterial effects of water apple (Syzygium aqueum) leaf extract on several bacterial species by observing the diameter of the inhibition zone. The method employed is a systematic review. Article searches were conducted through databases such as PubMed Central, ScienceDirect, Google Scholar, and Garuda. The journal selection and formulation of research questions were guided by the PICO method. Article searches followed the 2020 PRISMA methodology. The article search yielded six articles reviewed from a total of 9,911 articles identified. The findings from the reviewed articles indicate that water apple leaf extract (Syzygium aqueum) exhibits antibacterial effects on both gram-positive and gram-negative bacteria. The active compounds in water apple leaf extract that exhibit antibacterial properties are flavonoids, terpenoids, saponins, tannins, and alkaloids.
Hubungan Neutrophil Lymphocyte Ratio Dengan Derajat Keparahan Kellgren-Lawrence Pada Pasien Osteoartritis Lutit di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Muhammad Ricky Ramadhian; Melinda Maharani; Suryani Agustina Daulay; Khairun Nisa Berawi
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 3 (2026): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.3 (2026)
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i3.1020

Abstract

Background: Osteoarthritis (OA) is a chronic degenerative joint disease that causes pain, limited mobility, and reduced ability to perform daily activities. The severity of OA can be assessed radiologically using the Kellgren–Lawrence classification. One of the inflammatory markers used to evaluate inflammatory activity in OA is the Neutrophil Lymphocyte Ratio (NLR), which reflects the balance between neutrophils and lymphocytes. This study aimed to analyze the relationship between NLR and the radiological severity of knee osteoarthritis in female patients at Dr. H. Abdul Moeloek Hospital. Method: This study used a cross-sectional approach. The samples consisted of medical records of female patients diagnosed with knee osteoarthritis during the 2022–2025 period. Data were analyzed using univariate and bivariate analyses with the Spearman rank correlation test. Results: The Spearman test showed no significant relationship between NLR and the radiological severity of osteoarthritis (p=0.789; r=-0.041). Discussion: These findings indicate that NLR is not a dominant factor in determining the radiological severity of knee OA. This may be influenced by other factors, such as the involvement of various inflammatory mediators besides NLR and the locally limited nature of inflammation in OA. Conclusion: There was no significant relationship between NLR and the Kellgren–Lawrence radiological severity in female patients with knee osteoarthritis at Dr. H. Abdul Moeloek Hospital
Hubungan Indeks Massa Tubuh Pra-Kehamilan dengan Kenaikan Berat Badan Berlebih Selama Kehamilan: A Literature Review Fitri Az Zahra; Dian Isti Angraini; Suryani Agustina Daulay; Reni Zuraida
Journal of Language and Health Vol. 6 No. 4 (2025): Journal of Language and Health: December 2025
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i4.1107

Abstract

Kenaikan berat badan selama kehamilan atau gestational weight gain (GWG) merupakan indikator penting dalam kesehatan maternal dan berhubungan erat dengan berbagai outcome kehamilan. Tinjauan literatur ini bertujuan menganalisis hubungan antara Indeks Massa Tubuh (IMT) pra-kehamilan dan risiko GWG berlebih berdasarkan bukti dari berbagai negara. Pencarian literatur dilakukan pada basis data PubMed, Scopus, Web of Science, Embase, dan Cochrane Library, serta ditambah penelusuran Google Scholar dan penelusuran referensi dari artikel terkait. Kata kunci utama yang digunakan mencakup istilah “prepregnancy BMI”, “preconception body mass index”, “gestational weight gain”, dan “excessive weight gain”, yang disesuaikan dengan sintaks masing-masing basis data. Melalui literature review pada beberapa basis data utama, empat studi yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis secara mendalam dengan membuat ringkasan dan menganalisis pada hasil penelitian. Hasil sintesis menunjukkan bahwa IMT pra-kehamilan yang berada pada kategori overweight atau obesitas secara konsisten meningkatkan risiko GWG berlebih. Faktor biologis seperti resistensi insulin dan inflamasi kronis, serta faktor psikologis seperti depresi prenatal, turut memperkuat hubungan tersebut. Selain itu, GWG berlebih pada perempuan dengan IMT tinggi terkait dengan risiko komplikasi maternal dan neonatal, termasuk diabetes gestasional, hipertensi kehamilan, makrosomia, serta bayi besar untuk usia kehamilan. Temuan ini menegaskan pentingnya intervensi prakonsepsi melalui pengelolaan berat badan, edukasi gizi, dan pemantauan kesehatan mental untuk mencegah GWG berlebih.
Literature Review: Profil dan Dampak Efek Samping Obat Antihipertensi Berdasarkan Golongan terhadap Kepatuhan Terapi Wildan Halim Prasetyo; Novita Carolia; Suryani Agustina Daulay; Iswandi Darwis
Journal of Language and Health Vol. 6 No. 4 (2025): Journal of Language and Health: December 2025
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i4.1108

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan utama di seluruh dunia yang berkontribusi besar terhadap morbiditas dan mortalitas penyakit kardiovaskular. Terapi antihipertensi digunakan secara luas untuk mengontrol tekanan darah, namun berbagai golongan obat antihipertensi diketahui dapat menimbulkan efek samping yang beragam. Efek samping tersebut berpotensi memengaruhi kenyamanan pasien dan pada akhirnya berdampak terhadap tingkat kepatuhan dalam menjalani pengobatan jangka panjang. Oleh karena itu, literature review ini bertujuan untuk mengkaji profil serta dampak efek samping obat antihipertensi berdasarkan golongannya terhadap kepatuhan terapi pada pasien hipertensi. Metode yang digunakan adalah kajian literatur melalui penelusuran artikel ilmiah pada basis data PubMed dan Google Scholar dengan kata kunci (Hypertension OR Angiotensin-converting enzyme inhibitors” OR “Angiotensin Receptor Blocker” OR “Calcium Channel Blocker” OR CCB OR ARB OR ACEI OR “Beta-Blocker” OR Diuretics OR Diuretic OR “antihypertensive drugs”). Artikel yang digunakan dibatasi pada publikasi 2015-2025, berbahasa Indonesia atau Inggris, dan melibatkan pasien dengan diagnosis hipertensi. Sejumlah jurnal nasional dan internasional mendapatkan 20.908 artikel yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 6 artikel kemudian dianalisis secara komprehensif. Hasil telaah literatur menunjukkan bahwa setiap golongan obat antihipertensi memiliki profil efek samping yang khas. ACE-Inhibitor sering dikaitkan dengan batuk kering dan angioedema, CCB dengan edema perifer dan palpitasi, diuretik dengan gangguan elektrolit dan poliuria, serta beta-blocker dengan bradikardia, hipotensi, dan kelelahan. Beberapa studi menunjukkan bahwa pasien yang mengalami efek samping tertentu, seperti kelelahan, nyeri otot, atau gangguan tidur, memiliki risiko yang lebih tinggi untuk tidak patuh terhadap pengobatan. Efek samping tertentu terbukti berhubungan signifikan dengan penurunan tingkat kepatuhan, khususnya pada pasien yang menjalani terapi jangka panjang. Dapat disimpulkan bahwa efek samping obat antihipertensi berdasarkan golongan memiliki pengaruh terhadap kepatuhan terapi pasien hipertensi. Oleh karena itu, pemantauan efek samping serta edukasi yang tepat kepada pasien sangat penting untuk meningkatkan kepatuhan dan keberhasilan terapi hipertensi.
UPAYA PENCEGAHAN PENYAKIT MENULAR SEKSUAL MELALUI PENYULUHAN KESEHATAN BERTEMA "SIAGA " DI POSYANDU DESA PURWOSARI II Hesti Yuningrum; Suryani Agustina Daulay; Wiwi Febriani; Jihan Siti Muthmainah
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 11 No. 1 (2026): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v11i1.3852

Abstract

Penyakit Menular Seksual (PMS) seperti HIV, sifilis, dan hepatitis B memiliki risiko tinggi ditularkan dari ibu ke janin (penularan vertikal) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang dapat berdampak pada kesehatan reproduksi wanita usia produktif. Kurangnya pengetahuan mengenai cara penularan, gejala, dan upaya pencegahan PMS menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko terjadinya infeksi. Posyandu merupakan sarana yang strategis untuk memberikan penyuluhan kesehatan kepada masyarakat, khususnya ibu usia produktif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu-ibu usia produktif mengenai deteksi dini, pencegahan, dan pengobatan PMS melalui penyuluhan kesehatan bertema "SIAGA: Sadari, Informasi, Antisipasi, Gerak, Anti IMS". Kegiatan ini dilaksanakan di Posyandu Purwosari II, Desa Negararatu, Kabupaten Lampung Selatan, dengan melibatkan 23 orang peserta. Metode pelaksanaan mencakup pengukuran tingkat pengetahuan (pre-test dan post-test), penyuluhan interaktif, pembagian buku saku, dan demonstrasi penggunaan alat kontrasepsi (kondom). Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta yang signifikan sebesar 60,68%, dengan rata-rata nilai pre-test 53,04 meningkat menjadi 85,21 pada post-test. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan ada perbedaan yang bermakna (p < 0,001). Kesimpulannya, Penyuluhan yang dilakukan melalui Posyandu terbukti efektif meningkatkan pengetahuan ibu-ibu usia produktif tentang cara mencegah penyakit menular seksual (PMS).  Kegiatan serupa perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk mendukung upaya promotif dan preventif dalam menjaga kesehatan reproduksi.
Efektivitas Edukasi Kesehatan dalam Pencegahan Pedikulosis Kapitis di Indonesia Azzahra Ahnia Rizki; Betta Kurniawan; Suryani Agustina Daulay; Jhons Fatriyadi Suwandi
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 6 (2025): Desember 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i6.975

Abstract

Pedikulosis kapitis masih menjadi masalah kesehatan pada anak sekolah di Indonesia akibat rendahnya pengetahuan dan kebiasaan higiene yang kurang. Tinjauan pustaka ini bertujuan mengevaluasi efektivitas edukasi kesehatan dalam pencegahan pedikulosis kapitis. Pencarian literatur dilakukan melalui Google Scholar, Garuda, dan Neliti untuk artikel tahun 2020–2025 kriteria inklusi meliputi artikel dengan desain quasi-eksperimen one grup pre-post test melibatkan manusia sebagai subjek, serta menilai perubahan pengetahuan, sikap, atau perilaku setelah intervensi edukasi. Tujuh artikel memenuhi kriteria dan dianalisis secara deskriptif. Seluruh studi menunjukkan peningkatan pengetahuan setelah intervensi edukasi, dengan media audiovisual dan materi visual interaktif menghasilkan perubahan yang lebih besar dibanding ceramah tunggal. Dapat disimpulkan bahwa edukasi kesehatan efektif meningkatkan pengetahuan terkait pencegahan pedikulosis kapitis.