Perkembangan zaman yang semakin modern, membuat masyarakat membutuhkan sesuatu yang lebih praktis, kearifan lokal pada desain, material, dan bentuk, mulai ditinggalkan. Seperti kemasan yang menggunakan daun kemudian diganti menjadi plastik. Berdasarkan data yang diperolah dari 3 brand Dodol betawi yaitu Satibi, Ny. Lauw dan Beko, pada desain kemasan masih menggunakan material plastik dan kertas yang tidak ramah lingkungan, bukan kemasan tradisional yang berasal dari alam. Desain interface kemasan, Satibi, Ny. Lauw masih perlu diperbaiki elemen Desai Komunikasi Visual yang digunakan seperti pemilihan huruf, ilustrasi, layout, komposisi. Hirarki visual juga tidak diterapkan dengan baik. Untuk kemasan dodol Beko, sudah baik pengguanaan diperbaiki elemen Desai Komunikasi Visual, namun perancangan logo masih belum konsisten, masih terdapat logo yang berbeda pada kemasan. Bila digunakan secara efektif dalam desain kemasan, citra-baik berupa ilustrasi maupun foto dapat memberikan impresi pesan yang kuat. Dampaknya dapat tidak diharapkan atau tidak terantisipsi dan dapat meningkatkan ketertarikan konsumen. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui konsep desain kemasan, interface design, structure design, dengan pendekatan teori Desain Komunikasi Visual.
Copyrights © 2024