Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pencampuran tepung beras dengan ragi tempe terhadap kecepatan fermentasi dalam proses pembuatan tempe. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Kalijaga dan untuk uji oranoleptiknya di lakukan di Laboratorium Pendidikan Biologi FKIP Universitas Hamzanwadi. Metode yang digunakan adalah eksperimen 1 faktor perlakuan yaitu tepung beras yang di campur dengan ragi tempe, P1 = tepung beras kualias baik sebagai campur ragi dan P2 = Ragi tempe saja. Ragi tempe sebagai campuran tepung beras masing-masing 18 gram tepung beras dengan 18 gram ragi. Dari perlakuan tersebut diperoleh hasil pencampuran tepung beras (P1) dengan ragi tmpe (P2). Data berupa deskriptif kualitatif yaitu pengaruh pencampuran tepung beras meliputi waktu fermentasi tempe. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pada P1 dengan waktu fermentasi selama 23,33 jam dan pada P2 dengan waktu fermentasi selama 24,66 jam, sedangkan pengujian pada uji organoleptik pada tempe yang meliputi Warna, tektur juga berpengaruh hasil pengujian uji organoleptik menujukkan bahwa P1 menjadi tempe berwarna putih normal dengan nilai 3% dan pada P2 menghasilkan tempe berwarna putih keabu-abuan dengan nilai 2% sedangakan pada tekstur P1 menghasilkan tekstur tempe menjadi rata lembut dengan nilai 3% dan P2 menghasilkan tekstur tempe menjadi tidak rata 2% sedangkan pengujian pada kepadatan, rasa dan aroma tempe tidak terpengaruh dari adanya pencampuran tepung beras pada ragi tempe tersebut.
Copyrights © 2020