Penelitian ini fokus pada potensi pertumbuhan pendapatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Bogor dalam konteks pemulihan ekonomi pasca pandemi. Melalui pendekatan metode deskriptif kuantitatif, penelitian ini menyelidiki keterkaitan antara faktor internal seperti modal usaha, jam kerja, lokasi usaha, dan sistem informasi akuntansi, serta faktor eksternal berupa kemitraan, terhadap pendapatan UMKM. Data diperoleh dari 99 UMKM di Kabupaten Bogor melalui observasi, kuesioner, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal usaha, jam kerja, sistem informasi akuntansi, dan kemitraan memiliki hubungan positif dan signifikan terhadap pendapatan UMKM. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi pelaku UMKM dan pemangku kebijakan, menekankan pentingnya peningkatan modal usaha, optimalisasi jam kerja, implementasi sistem informasi akuntansi yang efektif, dan pengembangan kemitraan strategis sebagai pendorong utama pendapatan UMKM. Meskipun lokasi usaha tidak secara langsung memengaruhi pendapatan, aspek ini tetap relevan dalam konteks optimalisasi akses pasar dan distribusi. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi landasan untuk merumuskan strategi pengembangan UMKM yang efektif dan berkelanjutan, yang pada gilirannya akan memperkuat pilar perekonomian Kabupaten Bogor dalam periode pemulihan ekonomi.Kata kunci: faktor internal, faktor eksternal, pendapatan, UMKM
Copyrights © 2024