BINA: JURNAL PEMBANGUNAN DAERAH
Bina: Jurnal Pembangunan Daerah scope are: Education, Health,Public Works and Spatial Planning, Housing and Residential Areas, Peace and Public Order as Well as Community Protection, Social, Labor, Empowerment of Women and Child Protection, Food, Land, Environment, Population Administration and Civil Registration, Community and Village Empowerment, Population Control and Family Planning, Communication And Informatics, Cooperatives, Small and Medium Enterprises, Capital Investment, Youth and Sports, Statistics, Encoding, Culture, Library, Record Management, Marine and Fisheries, Tourist, Agriculture, Trading, Industry, Transmigration, Government, Planning, Finance, Staffing, Education and Training, Research and Development, Supervision, Territorial, National Unity and Politics, Innovation, Social and Environmental Responsibility.
Articles
28 Documents
The Influence of Facebook Social Media on The Spread of Hoax Information on Generation X in Setu Sari Village Cileungsi Subdistrict
Devina Amanda
BINA: JURNAL PEMBANGUNAN DAERAH Vol 2, No 2 (2024): BINA: JURNAL PEMBANGUNAN DAERAH
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Bogor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62389/bina.v2i2.67
This study aims to determine whether or not the influence of Facebook social media on the dissemination of hoax information to Generation X in one of the villages that the researchers chose as a sample. This research uses a quantitative approach and uses a quantitative descriptive method. This research was carried out in Setu Sari Village, Cileungsi District with 150 respondents as a sample. The data collection technique in this study was through observation, and distributing questionnaires by print out or via the Google Forms link. This study obtained the final results of the t-test, f-test, and simple regression test with a significance value of 0.790. Significance value 0.05, meaning that there is no influence of Facebook social media on the dissemination of hoax information to generation X in Setu Sari Village. The conclusion is that the majority of respondents actively use the Facebook platform as an intermediary for information and entertainment for respondents. This means that from the results of the respondents' answers, the majority of Facebook social media users with the X generation category have advanced in literacy, or it can be interpreted that the X generation in Setu Sari Village currently has good literacy values in receiving information read or from other people so that it can reduce the spread of information. hoaxes that are widely shared on the platform.Keywords: Social Media, Facebook.
Analisis Pola Sebaran Spasial BABS (Buang Air Besar Sembarangan) di Kelurahan Kedung Halang
Nurheni Dewi Pranita;
Riny Kusumawati;
Fety Fatimah
BINA: JURNAL PEMBANGUNAN DAERAH Vol 2, No 1 (2023): BINA:JURNAL PEMBANGUNAN DAERAH
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Bogor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62389/bina.v2i1.50
Buang air besar sembarangan merupakan kegiatan yang tidak sehat, kotoran atau tinja yang dibuang sembarangan dapat mencemari air, tanah dan udara di sekitar kita. Masalah yang timbul bila feses tidak diolah dengan baik adalah adanya mikroba patogen, bahan organik, telur cacing dan nutrisi yang mempengaruhi kesehatan. Tujuan diadakannya penelitian ini, untuk Membuat peta sebaran BABS Berdasarkan RW Di Wilayah Kelurahan Kedung Halang dan Membuat peta Keterkaitan Sebaran BABS tiap RW Dengan Akses Jamban Di Wilayah Kelurahan Kedung Halang. Metode Penelitian ini menggunakan jenis kualitatif dengan data sekunder kasus BABS yang diperoleh dari Kelurahan Kedung Halang yaitu pada bulan Februari tahun 2023. Survei dan pemasangan titik koordinat menggunakan Software Google Earth yang diolah dan diproyeksikan dalam bentuk peta sebaran BABS dengan Software Arcgis. RW 08 memiliki data terbanyak buang air besar sembarangan dan tidak memiliki jamban karena merupakan daerah padat penduduk yang tidak memiliki pasokan air bersih langsung dan warganya tidak menyadari pentingnya jamban untuk kesehatan. RW 12 memiliki data buang air besar sembarangan paling rendah dan memiliki jamban karena kepadatan penduduk di wilayah tersebut tidak terlalu tinggi sehingga membangun septic tank akan mudah.Kata Kunci: buang air besar sembarangan; jamban; peta sebaran; software arcgis; software google earth
Analisis Harapan Masyarakat Terhadap Pelaksanaan Program Pembangunan di Kabupaten Bogor Tahun 2022
Fahira Nur Aqilla;
Fahmi Iqbal Firdaus
BINA: JURNAL PEMBANGUNAN DAERAH Vol 1, No 2 (2023): BINA: JURNAL PEMBANGUNAN DAERAH
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Bogor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62389/bina.v1i2.31
Pembangunan Kabupaten Bogor diimplementasikan dengan mengacu pada program Panca Karsa guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dalam rangka mencapai pembangunan Kabupaten Bogor yang berkesinambungan, perlu adanya sinergi antara pemerintah dan masyarakatnya. Partisipasi aktif dari masyarakat dalam proses pembangunan menjadi kunci penting untuk mencapai hasil yang optimal. Meskipun demikian, masih terdapat tantangan dalam implementasi program pembangunan tersebut, terutama dalam hal koordinasi dan alokasi sumber daya yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi harapan masyarakat terhadap pembangunan Kabupaten Bogor dengan menggunakan metode survei melalui pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Survei dilakukan dengan mengumpulkan data dari sampel secara bertahap (multistage random sampling). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat kesesuaian antara upaya pemerintah dalam melaksanakan program Panca Karsa pada Karsa Cerdas, Karsa Sehat, Karsa Berkeadaban dan Karsa Maju dengan harapan masyarakat pada kategori sedang. Sementara pada Karsa Membangun berada kategori tinggi. Dengan demikian, Pemerintah Kabupaten Bogor perlu memperhatikan kesesuaian antara program pembangunan dengan harapan masyarakat guna menciptakan pembangunan yang berkelanjutan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Kabupaten Bogor.Kata Kunci: pembangunan berkesinambungan, partisipasi masyarakat, survei harapan masyarakat
Pengembangan Inovasi Kabupaten Bogor untuk Meningkatkan Indeks Kepuasan Masyarakat Tahun 2021
Shinta Nasution;
Delima Hotmaria
BINA: JURNAL PEMBANGUNAN DAERAH Vol 1, No 1 (2022): BINA: JURNAL PEMBANGUNAN DAERAH
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Bogor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62389/bina.v1i1.9
Pengembangan inovasi daerah berpotensi untuk meningkatkan Indeks Kepuasan Masyarakat Kabupaten Bogor karena inovasi terkait langsung dengan peningkatan layanan publik, pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Semakin masyarakat mendapatkan pelayanan dengan baik dan meningkat kesejahteraannya maka akan semakin meningkat pula kepuasan dan kepercayaan kepada pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan berbagai program inovasi daerah; merumuskan strategi dan agenda pengembangan inovasi daerah dalam rangka mendukung peningkatan Indeks Kepuasan Masyarakat; dan mengidentifikasi faktor-faktor penting dan berpengaruh dalam pengembangan inovasi daerah di Kabupaten Bogor agar mampu mendukung peningkatan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM). Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif evaluatif dengan pendekatan logic model. Hasil penelitian menunjukkan program inovasi daerah Kabupaten Bogor telah berjalan dengan baik terbukti dengan diperolehnya penghargaan nasional dan jumlah inovasi yang relatif besar dengan fokus yang beragam. Tantangan pengembangan inovasi daerah Kabupaten Bogor adalah agar mampu mendukung pencapaian IKM masyarakat yang saat ini masih rendah dan perlu ditingkatkan. Arah pengembangan inovasi daerah Kabupaten Bogor agar mampu mendukung peningkatan IKM adalah dengan mengembangkan inovasi sebagai sebuah kesatuan sistem sehingga mampu membentuk budaya dan ekosistem inovasi yang progresif.
A Phenomenological Study of Toxic Relationships in Interpersonal Communication in Generation Z Women in West Bogor City
Deasti Lisna Pebriani
BINA: JURNAL PEMBANGUNAN DAERAH Vol 2, No 2 (2024): BINA: JURNAL PEMBANGUNAN DAERAH
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Bogor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62389/bina.v2i2.60
Communication will be effective if each other gives the desired feedback. Toxic relationships in interpersonal communication in adolescents cannot be said to have chosen healthier relationships because they or teenagers still like to feel each other. Interpersonal communication that is forged by adolescents in their peer environment can actually strengthen the development of a teenager's identity. This study aims to analyze the phenomenon of toxic relationships in interpersonal communication in women of generation Z and to determine the impact of toxic relationships experienced by women of generation Z. This research uses a qualitative descriptive method that is as it is and is carried out through observation, in-depth interviews, and documentation with reliable data sources. derived from data and secondary. Researchers use the theory of Interpersonal Communication Effectiveness which is divided into five parts, namely Openness, Empathy, Support, Positiveness, and Equality. The results of this study indicate that the phenomena and impacts of toxic relationships on generation Z women are physical impacts, economic impacts, social impacts, and also psychological impacts. Other findings from this study indicate that toxic relationship couples prefer to survive in arguments because they already love each other, are already close to each other, have a fear of losing and are afraid of not being accepted by others because they have had sexual relations with their partners.Keywords: interpersonal communication, woman, toxic relationship
Strategi Pengembangan Kawasan Industri dalam Meningkatkan Investasi di Kabupaten Bogor
Muchamad Wazhari
BINA: JURNAL PEMBANGUNAN DAERAH Vol 2, No 1 (2023): BINA:JURNAL PEMBANGUNAN DAERAH
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Bogor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62389/bina.v2i1.43
Sektor industri merupakan penyumbang PDRB dan nilai investasi terbesar dibandingkan sektor lainnya di Kabupaten Bogor, pengembangan kawasan industri sangat penting dalam rangka pemerataan pembangunan dan meningkatkan investasi untuk menyediakan lahan yang clear and clean dan ready to invest untuk pelaku usaha, penentuan lokasi industri tidak hanya dari kriteria teknis tetapi juga dari perspektif keinginan pelaku usaha, disamping itu potensi sumber daya alam sebagai bahan baku industri dan potensi lahan milik pemerintah daerah juga perlu mendapat perhatian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis alternatif lokasi kawasan industri dengan menentukan industri unggulan yang layak dikembangkan dan pengembangan kawasan industri prakarsa pemerintah daerah. Metode pengumpulan data yaitu wawancara, studi literatur dan observasi, data primer dan data sekunder merupakan jenis data yang digunakan dalam penelitian ini. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode LQ dan SSA untuk menganalisis komoditas unggulan, metode tumpang susun (overlay) untuk menganalisis lahan yang berpotensi. Hasil penelitian menunjukan bahwa industri pengolahan merupakan sektor basis di Kabupaten Bogor dengan industri unggulan yang layak dikembangkan yaitu: (1) industri pangan, (2) industri farmasi, kosmetik dan alat kesehatan, (3) industri tekstil, kulit, alas kaki dan aneka dan (4) industri alat transportasi. Berkaitan dengan lokasi rencana pengembangan kawasan industri sudah tersedia dan layak dengan pengelolaan berbentuk UPT BLU dan kerjasama antara pemerintah daerah dan swasta.Kata Kunci: industri unggulan, lokasi industri, pengelolaan, kerjasama.
Gambaran Potensi Ekonomi Kabupaten Bogor Tahun 2021
Eka Husni Nurul Haq;
Shinta Nasution
BINA: JURNAL PEMBANGUNAN DAERAH Vol 1, No 1 (2022): BINA: JURNAL PEMBANGUNAN DAERAH
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Bogor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62389/bina.v1i1.17
Perkembangan pembangunan ekonomi di suatu daerah dapat diketahui dari indikator tingkat pertumbuhan ekonominya. Laju pertumbuhan ekonomi setiap kecamatan sangat bervariasi. Hal ini dipengaruhi oleh laju pertumbuhan beberapa sektor dengan pola yang bervariasi tergantung dari karakteristik sektor tersebut di kecamatan. Hingga kini, data potensi ekonomi Kabupaten Bogor hanya mencakup pada level kabupaten dan belum secara spesifik mencakup pada potensi ekonomi di setiap kecamatan. Sedangkan indikator potensi ekonomi kecamatan akan memperkuat dan mempertajam analisis dalam rangka pengambilan kebijakan ekonomi guna peningkatan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pendataan dan analisis potensi usaha di setiap kecamatan. Data dikumpulkan melalui survei di 38 kecamatan dan dianalisis dengan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan potensi ekonomi di masing-masing kecamatan lebih didominasi oleh sektor usaha sekunder. Masing-masing sektor usaha yang mengisi potensi ekonomi di setiap kecamatan sangat bervariasi, akan tetapi kecenderungan besarnya pada empat sektor ekonomi yakni Industri Pengolahan (58,8%), Penyediaan Akomodasi Makan Dan Minum (10.9%), Perdagangan Besar dan Eceran (10,0%), dan pertanian, kehutanan dan perikanan (9,2%). Secara kumulatif kekuatan potensi ekonomi Kabupaten Bogor yaitu primer (9.4%), sekunder (60.1%) dan tersier (31.0%). Skala usaha mikro masih mendominasi potensi ekonomi di masing-masing kecamatan, sehingga atribut usaha seperti pendapatan dan tenaga kerja mengikuti besaran skala usaha tersebut.
Deteksi Objek Menghitung Pohon Kelapa Sawit Menggunakan Metode Deep Learning
Muhammad Ruhiyatna Rahman;
Riny Kusumawati;
Fety Fatimah
BINA: JURNAL PEMBANGUNAN DAERAH Vol 2, No 1 (2023): BINA:JURNAL PEMBANGUNAN DAERAH
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Bogor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62389/bina.v2i1.51
Kelapa sawit merupakan komoditas perkebunan yang penting bagi perkembangan ekonomi Indonesia. Permintaan kelapa sawit diperkirakan akan terus meningkat di tahun-tahun mendatang. Untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas dalam budidaya kelapa sawit, pemantauan pertumbuhan pohon kelapa sawit sangatlah penting. Namun, metode tradisional untuk mengumpulkan data jumlah pohon kelapa sawit memakan waktu dan biaya. Oleh karena itu, diperlukan inovasi dengan menggunakan teknologi pendeteksi objek. Salah satu algoritma pendeteksi objek yang efektif adalah You Only Look Once (YOLO), yang menggunakan jaringan syaraf tiruan. Pada penelitian ini, kami melatih model dengan menggunakan dataset foto udara pohon kelapa sawit yang diperoleh dari citra satelit atau pesawat tanpa awak (UAV), dengan menggunakan YOLOv8 sebagai pengembangan dari versi sebelumnya. Model yang diperoleh mencapai nilai presisi 0,789 dan nilai recall 0,959, yang mengindikasikan jumlah prediksi positif yang lebih tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa model ini secara efektif mendeteksi dan menghitung jumlah objek, berdasarkan penggunaan YOLOv8 untuk prediksi dan penghitungan pohon kelapa sawit yang cepat dan dapat diandalkan.Kata Kunci: Kelapa Sawit, You Only Look Once (YOLOv8), Citra Satelit, Unmanned Aerial Vehicle (UAV)
Analisis Dampak Pemanfaatan Inovasi Digital Terhadap Kualitas Pelayanan Publik di Kabupaten Bogor Tahun 2022
Shinta Nasution;
Riny Kusumawati
BINA: JURNAL PEMBANGUNAN DAERAH Vol 1, No 2 (2023): BINA: JURNAL PEMBANGUNAN DAERAH
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Bogor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62389/bina.v1i2.34
Inovasi daerah menjadi aspek penting untuk memastikan bahwa suatu daerah dapat bersaing dan meningkatkan kualitas hidup masyarakatnya. Oleh karena itu, pemerintah daerah dituntut agar mampu mengintegrasikan inovasi dan teknologi dalam prosesnya sehingga dihasilkan layanan yang efektif dan efisien. Keberhasilan pemerintah daerah terkait inovasi daerah bukan hanya dilihat dari aspek kuantitas tetapi juga kualitas yang ditentukan oleh sejauh mana inovasi yang telah diimplementasikan memiliki dampak terhadap pelayanan publik dan lingkungannya. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Menganalisis perubahan kualitas pelayanan publik dan jenis-jenis perubahan yang terjadi sebagai dampak dari implementasi inovasi; 2) Memetakan model evaluasi dan pengembangan inovasi pelayanan publik berbasis digital agar berkelanjutan. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dan kualitatif dengan metode Before After Comparison (kuantitatif) dan Post Test Without Comparison Group and Baseline Data (kualitatif). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejumlah inovasi telah memiliki strategi evaluasi dengan metodologi, rentang waktu dan responden yang jelas, tetapi beberapa jenis inovasi belum memiliki strategi evalusi secara komprehensif. Peluang pengembangan inovasi pelayanan publik berbasis digital di Kabupaten Bogor sangat luas, terutama menyangkut aspek : pelibatan pihak ketiga, konsistensi pelayanan, pengelolaan pengaduan masyarakat, integrasi dengan bidang lain dan sejumlah langkah pengembangan lain.Kata Kunci: Inovasi digital, pelayanan publik, dampak inovasi
Studi Kepatuhan Masyarakat Kabupaten Bogor terhadap Kebijakan Physical Distancing Tahun 2020
Riny Kusumawati
BINA: JURNAL PEMBANGUNAN DAERAH Vol 1, No 1 (2022): BINA: JURNAL PEMBANGUNAN DAERAH
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Bogor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62389/bina.v1i1.1
Dampak Covid-19 tidak hanya pada aspek kesehatan tetapi juga ekonomi. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Bogor mengeluarkan kebijakan untuk mencegah penyebaran Covid-19 semakin meluas yaitu physical distancing dengan menjaga jarak dari kerumunan. Namun upaya ini menghadapi tantangan di lapangan terkait tingkat kepatuhan masyarakat terhadap kebijakan tersebut sehingga zona merah Covid-19 semakin meluas. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang tingkat pengetahuan masyarakat Kabupaten Bogor tentang Covid-19 dan kebijakan physical distancing, mengetahui perbandingan tingkat kepatuhan masyarakat Kabupaten Bogor terhadap physical distancing di zona merah dan zona hijau serta serta mengetahui faktor yang berpengaruh terhadap tingkat kepatuhan masyarakat terkait kebijakan tersebut. Responden dipilih dengan menggunakan metode sampling insidental. Data dikumpulkan secara online dengan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan persentase tingkat kepatuhan masyarakat terhadap kebijakan physical distancing yang tinggal di zona merah lebih sedikit (9,07%) dibandingkan dengan masyarakat di zona hijau (13,60%) dan sebaliknya pada persentase tingkat ketidakpatuhan terhadap kebijakan physical distancing. Namun secara umum, perilaku kepatuhan masyarakat Kabupaten Bogor terhadap kebijakan physical distancing sangat rendah. Adapun tingkat pendidikan, tipe tempat tinggal dan lokasi kecamatan terbukti memiliki pengaruh yang signifikan terhadap tingkat kepatuhan masyarakat Kabupaten Bogor terhadap kebijakan physical distancing.