Pertumbuhan pesat dalam industri konstruksi telah menjadi katalisator bagi perkembangan teknologi, terutama dalam konstruksi perumahan, perkantoran, dan gedung. Beton, sebagai materi konstruksi yang telah lama dikenal, digunakan secara luas dalam berbagai proyek pembangunan karena keunggulannya, termasuk kekuatan yang optimal, ketahanan api, ketahanan terhadap perubahan cuaca, ketersediaan yang baik, dan kemudahan dalam proses pengerjaannya. Namun, keberatannya yang tinggi telah menjadi kelemahan utama karena meningkatkan beban mati pada struktur. Oleh karena itu, inovasi dalam teknologi beton menjadi penting untuk memenuhi kebutuhan akan beton yang ramah lingkungan dengan berat jenis yang lebih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi penggunaan limbah styrofoam dan fly ash sebagai tambahan dalam produksi beton ringan. Fokus utama dari studi ini adalah untuk mengevaluasi dampak lingkungan dari penggunaan limbah styrofoam dan fly ash dalam beton, sekaligus mengukur pengaruh keduanya terhadap kekuatan dan karakteristik beton ringan. Metode yang diaplikasikan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan limbah styrofoam pada persentase 5 dan 10% tidak optimal sebagai pengganti agregat kasar karena tidak menghasilkan kuat tekan yang diinginkan, namun, campuran styrofoam mampu mengurangi berat beton. Sementara itu, penambahan limbah fly ash pada persentase 5 dan 10% sebagai pengganti semen menghasilkan peningkatan kuat tekan pada beton.
Copyrights © 2023