Integritas seorang pemimpin adalah sesuatu yang sangat prinsip dalam menjalankan mandat kepemimpinan. Dalam beberapa kasus, ada pemimpin yang tidak melakukan tanggungjawabnya sebagai sebuah panggilan. Pemimpin belum siap mengemban tugas yang besar, akibatnya tidak berani mengambil keputusan, menerima resiko dan sebagainya. Dimana tindakan dengan perkataannya tidak selaras dan seirama. Penulis mengambil contoh integritas kepemimpinan Yosua yang sangat bertanggung jawab dalam memimpin bangsa Israel menuju tanah Kanaan, setelah kematian Musa, untuk menjadi contoh yang dapat diikuti bagi kepemimpinan Kristen masa kini. Dengan menggunakan metode atau pendekatan kualitatif – deskriptif analitis melalui berbagai sumber, seperti Alkitab, buku, jurnal atau artikel yang relevan sehingga penulis akan mengambil beberapa kesimpulan. Kepemimpinan Yosua merupakan kepemimpinan yang mengintegrasikan antara iman dengan perkataan dan perbuatan. Pemimpin umat memiliki tugas dalam mengarahkan, melayani dan membimbing umat untuk semakin mengasihi dan melayani Tuhan lebih baik serta harus menyerahkan diri atau mengabdikan diri seutuhnya dalam menekuni pelayanan tersebut. Pemimpin yang berhasil adalah pemimpin yang bisa menjadikan umat yang dipimpinnya menjadi pemimpin pada generasi selanjutnya.
Copyrights © 2023