Hasil analisis petrografi organik batubara Formasi Tanjung di daerah Batulicin menunjukkan bahwa vitrinit lebih berkembang dalam percontoh batubara di bagian timur daerah penelitian (65,2-80,0%) daripada di bagian barat (50,6-54,6%). Kandungan maseral eksinit pada percontoh batubara di bagian barat (14,4-38,2%) relatif lebih besar daripada kandungan eksinit di bagian timur daerah penelitian (6,4-17,6%). Kandungan maseral inertinit pada percontoh batubara di bagian barat (6,6-22,2%) relatif lebih besar daripada kandungan inertinit di bagian timur (0,6-5,4%). Nilai reflektansi vitrinit rata-rata (Rv) di bagian timur (0,50-0,53%) lebih besar daripada bagian barat (0,48-0,49%), disebabkan oleh adanya terobosan batuan diorit dan telah mengalami pensesaran. Peringkat seluruh batubara tersebut adalah subbituminus B, berdasarkan klasifikasi ASTM. Lingkungan pengendapan percontoh batubara dari bagian barat dengan nilai TPI (0,19-0,68) dan GI (2,37-8.27), terendapkan dalam lingkungan limnic sampai dengan limno-telmatic atau dataran delta bawah, sedangkan percontoh batubara dari bagian timur dengan nilai TPI (0,38-5,03) dan GI (13,6-133,3) terendapkan pada lingkungan limno-telmatic sampai telmatic atau dalam lingkungan dataran delta bawah hingga atas. Kesemuanya dalam kondisi genang laut.Katakunci : batubara, maseral, Formasi Tanjung, Cekungan Asam-asam.
Copyrights © 2020