Rachmat Heryanto Sutjipto
(Sedimentologi dan Stratigrafi) Ikatan Ahli Geologi Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Karakteristik dan Lingkungan Pengendapan Batubara Formasi Tanjung di Daerah Batulicin, Kalimantan Selatan Rachmat Heryanto Sutjipto
Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 21 No. 3 (2020): Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral
Publisher : Pusat Survei Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33332/jgsm.geologi.v21i3.538

Abstract

Hasil analisis petrografi organik batubara Formasi Tanjung di daerah Batulicin menunjukkan bahwa vitrinit lebih berkembang dalam percontoh batubara di bagian timur daerah penelitian (65,2-80,0%) daripada di bagian barat (50,6-54,6%). Kandungan maseral eksinit pada percontoh batubara di bagian barat (14,4-38,2%) relatif lebih besar daripada kandungan eksinit di bagian timur daerah penelitian (6,4-17,6%). Kandungan maseral inertinit pada percontoh batubara di bagian barat (6,6-22,2%) relatif lebih besar daripada kandungan inertinit di bagian timur (0,6-5,4%). Nilai reflektansi vitrinit rata-rata (Rv) di bagian timur (0,50-0,53%) lebih besar daripada bagian barat (0,48-0,49%), disebabkan oleh adanya terobosan batuan diorit dan telah mengalami pensesaran. Peringkat seluruh batubara tersebut adalah subbituminus B, berdasarkan klasifikasi ASTM. Lingkungan pengendapan percontoh batubara dari bagian barat dengan nilai TPI (0,19-0,68) dan GI (2,37-8.27), terendapkan dalam lingkungan limnic sampai dengan limno-telmatic atau dataran delta bawah, sedangkan percontoh batubara dari bagian timur dengan nilai TPI (0,38-5,03) dan GI (13,6-133,3) terendapkan pada lingkungan limno-telmatic sampai telmatic atau dalam lingkungan dataran delta bawah hingga atas. Kesemuanya  dalam kondisi genang laut.Katakunci : batubara, maseral, Formasi Tanjung, Cekungan Asam-asam.